Selasa, 05 November 2019

APLIKASI SISTEM YANG BERHUBUNGAN DENGAN PSIKOLOGI


APLIKASI SISTEM YANG BERHUBUNGAN DENGAN PSIKOLOGI

Contoh Aplikasi
Online Aptitude Interest Test
Tujuan
Aplikasi ini dapat menganalisis minat dan bakat seseorang melalui informasi-informasi yang diberikan
Batasan
Sitem ini hanya dapat mengetahui minat dan bakat seseorang berdasarkan informasi yang sedikit, tanpa ada penglihatan lebih jauh
Kontrol 
Handphone, Komputer
Input
Identitas diri pengguna, kuesioner seputar kegiatan pengguna
Proses
Mengisi identitas diri dan mengisi seluruh kuesioner yang telah di sediakan
Output
Pengguna diperlihatkan gambar pekerjaan beserta deskripsi lengkap mengenai pekerjaan yang cocok dengan dirinya
Umpan balik
Hasil bisa saja serupa dengan orang lain


Minggu, 06 Oktober 2019

Tabel Sistem Pengolahan Data Penelitian



Tabel Sistem Pengolahan Data Penelitian
System
Elements
Goal
Input
Processing Elements
Output
Pengolahan data penelitian
Data isian kuesioner,  program microsoft excel, keyboard, mouse.
Aplikasi SPSS, teknik pengolahan data, instruksi pengolahan data.
Tabel-tabel hasil pengolahan data.
Mengetahui skor-skor data penelitian seperti validitas, reliabilitas, homgenitas, dsb.








Berikut ini adalah contoh sistem dalam psikologi beserta penjelasannya.

Sabtu, 28 September 2019

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


PENGERTIAN SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
A.    Sistem
Menurut Ida (2008), sistem adalah kumpulan komponen di mana masing-masing komponen memiliki fungsi yang saling berinteraksi dan saling bergantung serta memiliki satu kesatuan yang utuh dan saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.

Sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dan bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan kompleks. Pengertian tersebut mencerminkan adanya beberapa bagian dan hubungan antar bagian, ini menunjukkan kompleksitas dan sistem yang meliputi kerja sama antara bagian yang interdependen satu sama lain. Selain itu, dapat dilihat bahwa sistem berusaha mencapai tujuan. Pencapaian tujuan ini menyebabkan timbulnya dinamika, perubahan yang terus menerus penlu dikembangkan dan dikendalikan. Definisi tersebut menunjukkan bahwa sistem sebagai gugus dan elemen-elemen yang saling berinteraksi secara teratur dalam rangka mencapai tujuan atau sub tujuan. (Marimin, Tanjung, & Prabowo, 2006).
Menurut Fatta dan Hanif (2006), secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dan unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung sama lain.
Kusrini (2007) mengatakan bahwa sistem adalah sebuah tatanan yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan tugas/fungsi khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses/pekerjaan tertentu.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan sistem adalah himpunan dan unsur atau variabel-variabel atau komponen fungsional yang saling berinteraksi menjadi kesatuan utuh berusaha untuk mencapai tujuan suatu tujuan dalam satu lingkungan kompleks.


B.     Informasi
Menurut Davis (1991), Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Menurut Jogiyanto (1999), Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Menurut Mcleod (2001), Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat  ini atau mendatang.
Dari penjelasan mengenai informasi dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berarti bagi si penerima yang dapat menggambarkan suatu kejadian (event) yang nyata (fact) yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
C.     Psikologi
Menurut Wade dan Tavris (2008) Psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta cara perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.
Menurut Parnawi (2019) Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan menurut Jahja (2011) Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengkaji tingkah laku manusia dalam hubungan dengan lingkungan.
Menurut Kartono (1987) Psikologi adalah ilmu yang mempelajari proses-proses mental dan perilaku makhluk hidup, ataupun proses-proses mental dan perilaku itu sendiri.
Menurut Basuki (2008), bahwa psikologi itu adalah ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku, sebagai menifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif, dan emosional.
Dari beberapa pengertian di atas psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku, proses interaksi dengan lingkungan dan proses mental yang merupakan manifestasi dari kesadaran, aktivitas motorik, kognitif, dan emosional.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah Informasi mengenai perilaku, proses interaksi, dan proses mental yang merupakan hasil manifestasi dari kesadaran, aktivitas motorik, kognitif, dan emosional seseorang atau individu yang saling berinteraksi menjadi satu kesatuan sehingga menggambarkan suatu kejadian yang nyata untuk mencapai tujuan yaitu bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang
Referensi :
Basuki, H. (2008). Psikologi umum seri diklat kuliah. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Fatta, Hanif A. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
Gordon B. Davis, Gordon B. (1991). Kerangka dasar sistem informasi manajemen bagian 1. Jakarta: PT. Pustaka Binamas Pressindo.
Jahja, Y. (2011). Psikologi perkembangan. Jakarta: Prenamedia Group.
Jogiyanto, HM., (1999). Analisis dan disain informasi: pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.
Kartono, K. (1987). Kamus psikologi. Bandung: Pionir Jaya.
Kusrini. (2007). Strategi perancangan dan pengelolaan basis data. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
Marimin., Tanjung, H., & Prabowo, H. (2006). Sistem informasi manajemen sumber daya manusia. Jakarta : Grasindo.
Mcleod, Raymond. (2001). Sistem informasi manajemen. Jakarta: PT. Prenhallindo.
Nuraida, Ida. (2008). Manajemen administrasi perkantoran. Yogyakarta : Kanisisus.
Parnawi, A. (2019). Psikologi belajar. Yogyakarta: Deepublish.
Wade, C. & Tavris, C. (2008). Psikologi edisi kesembilan, jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Senin, 04 Juni 2018

Basic Psikologi Featured in Cyberspace


Cyberpsychology merupakan sebuah dunia yang terstruktur oleh mesin daripada lingkungan fisik.  Di dalam dunia ini, terdapat iklim sosial dan fitur psikologis yang unik, seperti memberikan kesempatan atas fleksibilitas identitas pemakainya, anonimitas, kesamaan status sosial, kemampuan untuk menjalin hubungan bukan hanya dengan sesama user di Negara yang sama tempat user berasal tapi siapapun user dan darimana saja user itu berasal, juga terjadi proses sharing antar-user baik itu pengalaman pribadi, informasi tentang dunia, maupun perkembangan teknologi dan science, dan masih banyak lagi untuk disebutkan. Sebagai realitas virtual, terbentang luas mulai dari pengalaman tatap muka melalui webcams sampai avatar yang imajinatif dan dapat bersifat anthropomorphize.
Bagaimana realitas seseorang yang berubah di dunia maya memiliki daya tarik sendiri dalam pembahasan ini. Seseorang bisa saja memilih role yang unik, yang mungkin saja berbeda atau malahan bertolak-belakang dari dalam kehidupan “nyata”. Misalnya, seseorang dapat menjadi peri biru yang selalu menjadi penengah ketika ada konflik di dalam sebuah komunitas online. Anonimitas tercipta karena kelangkaan akan isyarat tatap muka di lingkungan berbasis online, termasuk chat room dan e-mail, juga memberikan kesempatan untuk mengekspresikan diri, bereksperimen dengan cara-cara yang baru untuk menghadirkan identitas ‘seseorang’. Orang-orang bahkan dapat mengganti jenis kelamin, dan memperlihatkan kepribadian yang berbeda dari realitas nyata. Setiap orang diperkenankan untuk memilih siapa-siapa yang akan menjadi mutuals. Sebagai contoh, seseorang menciptakan sebuah akun cyber yang biasanya menggunakan nama panggilan, foto profil, dan deskripsi diri yang bukan menurut realita identitasnya, menyatakan ketertarikannya atas seorang penyanyi dan mengklaim penyanyi tersebut sebagai ‘idola’, memilih mutuals yang memiliki interest pada penyanyi tersebut. Hal inilah yang disebut dengan Social Multiplicity, yang akan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan kali ini.
Menghubungi orang-orang dari semua lapisan masyarakat menjadi relatif mudah. Menurut Suler (1996), apa yang disebut dengan Social Multiplicity adalah dengan seseorang memposting pesan di dalam blog, papan diskusi, atau jejaring sosial—yang dibaca oleh banyak users—orang dapat menarik diri orang lain yang memiliki minat yang mirip atau bahkan sama yang bersifat esoteris (batiniah). Dengan menggunakan search engine, mereka dapat memindai melalui jutaan halaman untuk memperbesar perhatian mereka terhadap orang dan kelompok tertentu. Internet akan menjadi lebih kuat dan efektif sebagai alat untuk mencari, menyaring, dan menghubungi orang dan kelompok tertentu. Kemampuan seseorang untuk menyaring banyak kemungkinan di internet dengan tujuan mengembangkan hubungan ini memperkuat fenomena interpersonal yang menarik dan terkenal bagi para psikolog. Seorang user akan bertindak atas dasar motivasi tidak sadar—serta preferensi dan pilihan sadar—dalam memilih teman, kekasih, dan musuh. “Transferensi” ini mengarahkan kita pada jenis orang tertentu yang menangani emosi dan kebutuhan kita. Ditekan oleh harapan, keinginan, dan ketakutan yang tersembunyi, mekanisme penyaringan tidak sadar ini memiliki sebuah pilihan alternative ‘toko permen online’ yang hampir tidak terbatas untuk dipilih. Seperti yang pernah dialami seorang user,  “kemanapun saya pergi di dunia maya, saya terus berlari ke jenis orang yang sama!" .  Yang lain berkata, "Kemanapun saya pergi, saya menemukan .... AKU!"
Apa yang terjadi pada seseorang dengan user ID @ohmaigateu, menegaskan bahwa Social Multiplicity benar terjadi di jejaring sosial. User yang memilih “Ttuing Ttuing” sebagai tampilan nama di profilnya ini, sudah setahun terakhir mengoperasikan account miliknya. Ttuing mengklaim bahwa account yang dimilikinya adalah sebuah fangirling account. Fangirling diambil dari kata fangirl menurut www.yourdictionary.com yang berarti “a girl or woman who is ardently devoted to a single hobby or interest” atau seorang perempuan atau wanita yang penuh semangat setia pada sebuah hobi atau ketertarikan. Ketertarikan yang Ttuing tunjukkan melalui fangirling account-nya adalah tentang sekelompok laki-laki yang berasal dari Korea Selatan yang bernama SEVENTEEN. Melalui search tab, Ttuing memasukkan kata kunci seperti nama-nama dari anggota boy group tersebut, dan hasilnya akan muncul untuk kemudian Ttuing memilih users yang akan menjadi mutual-nya. “aku biasanya membuka profil orang satu persatu, terus aku liat deh posts dia tentang SEVENTEEN, kalau menurut aku nantinya dia bakal nyambung kalau ngomongin SEVENTEEN, aku follow dan coba ngobrol sama dia” ungkap Ttuing, yang kemudian menambahkan “aku lebih nyari mutual  yang sesama Carats—sebutan untuk fans dari SEVENTEEN—, yang enak diajak ngobrol, atau users yang gak sering nge-retweet hal-hal yang aku gak suka”. Ttuing mengaku, bahwa ia lebih nyaman berbicara dengan orang-orang yang sering berinteraksi dengan dia dan orang-orang yang memiliki ketertarikan yang sama dengan dirinya.
Melalui pernyataan dari seorang user di sebuah jejaring sosial yang biasa dipanggil Ttuing, dapat disimpulkan bahwa apa yang dilakukan Ttuing dalam memilih mutual di fangirling account miliknya sesuai dengan Social Multiplicity yaitu dengan menggunakan search engine, mereka dapat memindai melalui jutaan halaman untuk memperbesar perhatian mereka terhadap orang dan kelompok tertentu. Ketika Ttuing berusaha mencari mutual yang sesuai dengan yang ia sukai dan ketertarikannya, hal ini cocok dengan apa yang dialami oleh seorang user di dunia maya yang mengatakan, “kemanapun saya pergi di dunia maya, saya terus berlari ke jenis orang yang sama!"  dan user lain yang mengatakan, "kemanapun saya pergi, saya menemukan .... AKU!" (Suler, 1996)

Sumber :
http://shela124.blogspot.com/

Sabtu, 12 Mei 2018

Online Personality


Online Personality
A.    Pengertian Online
Online merupakan kebalikan dari Offline. Kata online itu berasal dari kata on dan line, on artinya hidup, line artinya saluran.Pengertian Online adalah keadaan komputer yang terkoneksi/ terhubung ke jaringan Internet. Sehingga apabila komputer kita online maka dapat mengakses internet/ browsing, mencari informasi-informasi di internet.

B.     Pengertian Personality
Istilah personality berasal dari kata latin “persona” yang berarti topeng atau kedok, yaitu tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung, yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku, watak, atau pribadi seseorang. Bagi bangsa Roma, “persona” berarti bagaimana seseorang tampak pada orang lain.

C.     10 Social Media Personality Types
1.      The Social Athlete
a.       Serius dan tenang (tertarik daalam keamanan dan kedamaian hidup)
b.      Sangat teliti, bertanggung jawab & dapat dipercaya
c.       Mengembangkan kekuatan konsentrasi
d.      Biasanya tertarik untuk mendukung dan mempromosikan tradisi serta berpendirian
e.       Baik dalam organisasi dan kerja keras
f.       Bekerja secara terus-menerus untuk menuju pra-indetifikasi tujuan
g.      Biasanya tipe ini akan menyelesaikan tugas apapun setelah mereka menetapkan pikiran mereka
2.      The Social Luddite
a.       Diam dan menyendiri
b.      Tidak tertarik dengan hal-hal baru dan teknologi terbesar
c.       Enggan berpartisipasi didalam dunia media sosial
d.      Tidak sulit dalam keinginan mereka
e.       Pengikut untuk rekan-rekan mereka dan dalam sistem keuntungan untuk mereka
f.       Unggul dalam menemukan solusi untuk masalah-masalah praktis
3.      The Social Nurturer
a.       Hati yang hangat , populer dan teliti
b.      Biasanya mendahulukan keperluan orang lain diatas keperluan dirinya
c.       Stabil dan praktis
d.      Perasaan yang kuat atas rasa tanggung jawab dan tugas
e.       Nilai tradisi dan keamanan
f.       Tertarik untuk melayani orang lain
g.      Butuh penguatan positif untuk merasa baik tentang diri mereka
h.      Pengembangan yang baik dalam ruang dan kegunaan
4.      The Social Lazies
a.       Tenang, reflektif dan idealis
b.      Tertarik dalam menjalankan komunitas online dan memiliki banyak profil
c.       Mengembangkan sistem nilai juang mereka untuk kehidupan yang sesuai
d.      Dapat menyesuaikan diri dan tidak khawatir kecuali kalau nilai yang dipegang teguhnya terancam
e.       Biasanya adalah penulis
f.       Secara mental cepat dan dapat melihat kemungkinan
g.      Tertarik dalam pemahaman dan menolong seseorang
5.      The Social Geek
a.       Mandiri, asli, analitis dan tekun
b.      Memiliki kemampuan luar biasa untuk mengubah teori menjadi rencana tindakan yang kokoh
c.       Nilai pengetahuan, keahlian dan struktur
d.      Termotivasi untuk memahami makna dari penglihatan mereka
e.       Pemikir jarak jauh
f.       Memiliki standar yang tinggi untuk kinerja mereka dan kinerja yang orang lain
g.      Pemimpin natural, tapi akan mengikuti jika mereka percaya pada pemimpin yang ada
6.      The Social Doer
a.       Ramah, dapat menyesuaikan diri dan tindakan berorientasi
b.      Berfokus pada hasil secara cepat
c.       Hidup disini dan sekarang
d.      Resiko gaya hidup pengambilan langkah cepat
e.       Tidak sabar dengan penjelasan panjang
f.       Kesetiaan yang ekstrim kepada teman-temannya
g.      Tidak biasa menghormati hukum dan peraturan, jika mereka mendapatkan jalan untuk mendapatkan pekerjaan
h.      Keterampilan bagus seseorang
7.      The Social Lurker
a.       Praktis, tradisional dan terorganisir
b.      Mungkin membaca posting
c.       Tidak tertarik dalam pertunangan atau partisipasi dengan media sosial
d.      Memiliki pandangan yang jelas seperti yang seharusnya
e.       Setia dan pekerja keras
f.       Seperti yang bertanggung jawab
g.      Luar biasa mampu dalam berorganisasi dan menjalankan kegiatan
h.      Masyarakat baik “ yang meghargai keamanan dan kedamaian hidup”
8.      The Social Inspirer
a.       Antusias, idealis dan kreatif
b.      Mampu melakukan sesuatu yang menarik minat mereka
c.       Keterampilan bagus seseorang
d.      Kebutuhan untuk hidup sesuai dengan nilai batin mereka
e.       Bersemangat dengan ide-ide baru, namun bosan dengan hal sepele
f.       Pemikiran terbuka dan fleksibel, dengan jarak yang luas antara ketertarikan dan kemampuan
9.      The Social Ranter
a.       Populer dan sensitif, dengan luar biasa keterampilan
b.      Eksternal fokus, dengan keprihatinan nyata untuk apa yang orang lain pikirkan dan rasakan
c.       Cepat untuk berbagi de-ide mereka dan keyakinan, kadang-kadang dalam satu aliran informasi
d.      Melihat semuanya dari sudut manusia dan tidak menyukai pribadi analisis
e.       Sangat effektif untuk mengelola orang yang bermasalah dan memimpin diskusi grup
f.       Tertarik untuk melayani orang lain
g.      Menempatkan kebutuhan orang lain diatas kebutuhan mereka
10.  The Social Visionary
a.       Baik di berbagai hal
b.      Menikmati perdebatan masalah
c.       Sangat bersemangat dengan ide-ide baru dan projek
d.      Umumnya keras dan tegas
e.       Orang yang dapat menikmati
f.       Yang menstimulasi perusahaan
g.      Kemampuan bagus untuk memahami konsep dan menggunakan logika untuk mendapatkan solusi
Sumber: