PENGERTIAN SISTEM
INFORMASI PSIKOLOGI
A. Sistem
Menurut
Ida (2008), sistem adalah kumpulan komponen di mana masing-masing komponen
memiliki fungsi yang saling berinteraksi dan saling bergantung serta memiliki
satu kesatuan yang utuh dan saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dan
bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan
dalam suatu lingkungan kompleks. Pengertian tersebut mencerminkan adanya
beberapa bagian dan hubungan antar bagian, ini menunjukkan kompleksitas dan
sistem yang meliputi kerja sama antara bagian yang interdependen satu sama
lain. Selain itu, dapat dilihat bahwa sistem berusaha mencapai tujuan.
Pencapaian tujuan ini menyebabkan timbulnya dinamika, perubahan yang terus
menerus penlu dikembangkan dan dikendalikan. Definisi tersebut menunjukkan
bahwa sistem sebagai gugus dan elemen-elemen yang saling berinteraksi secara
teratur dalam rangka mencapai tujuan atau sub tujuan. (Marimin, Tanjung, & Prabowo,
2006).
Menurut Fatta dan Hanif (2006), secara sederhana sistem dapat
diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dan unsur atau variabel-variabel
yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung sama
lain.
Kusrini (2007) mengatakan bahwa sistem adalah sebuah tatanan
yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan tugas/fungsi khusus)
yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu
proses/pekerjaan tertentu.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan sistem adalah
himpunan dan unsur atau variabel-variabel atau komponen fungsional yang saling
berinteraksi menjadi kesatuan utuh berusaha untuk mencapai tujuan suatu tujuan
dalam satu lingkungan kompleks.
B. Informasi
Menurut Davis (1991), Informasi adalah data yang telah diolah
menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi
pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Menurut Jogiyanto (1999), Informasi dapat
didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang
lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu
kejadian – kejadian (event) yang
nyata (fact) yang digunakan untuk
pengambilan keputusan.
Menurut Mcleod (2001), Informasi adalah data yang telah
diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi
pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Dari penjelasan mengenai informasi dapat disimpulkan bahwa
informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berarti bagi si penerima
yang dapat menggambarkan suatu kejadian (event)
yang nyata (fact) yang bermanfaat
bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
C. Psikologi
Menurut Wade dan Tavris (2008) Psikologi adalah sebuah
disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta cara
perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental
organisme dan lingkungan eksternal.
Menurut Parnawi (2019) Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tingkah laku individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan
menurut Jahja (2011) Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan
mengkaji tingkah laku manusia dalam hubungan dengan lingkungan.
Menurut Kartono (1987) Psikologi adalah ilmu yang mempelajari
proses-proses mental dan perilaku makhluk hidup, ataupun proses-proses mental
dan perilaku itu sendiri.
Menurut Basuki (2008), bahwa psikologi itu adalah ilmu
pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku, sebagai menifestasi dari
kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif, dan emosional.
Dari beberapa pengertian di atas psikologi adalah ilmu yang
mempelajari perilaku, proses interaksi dengan lingkungan dan proses mental yang
merupakan manifestasi dari kesadaran, aktivitas motorik, kognitif, dan
emosional.
Dari
beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi
adalah Informasi mengenai perilaku, proses interaksi, dan proses mental yang
merupakan hasil manifestasi dari kesadaran, aktivitas motorik, kognitif, dan
emosional seseorang atau individu yang saling berinteraksi menjadi satu
kesatuan sehingga menggambarkan suatu kejadian yang nyata untuk mencapai tujuan
yaitu bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang
Referensi :
Basuki, H. (2008). Psikologi
umum seri diklat kuliah. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Fatta, Hanif A. (2007). Analisis
dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan
organisasi modern. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
Gordon B. Davis, Gordon B. (1991). Kerangka dasar sistem informasi manajemen bagian 1. Jakarta: PT.
Pustaka Binamas Pressindo.
Jahja, Y. (2011). Psikologi
perkembangan. Jakarta: Prenamedia Group.
Jogiyanto, HM., (1999). Analisis
dan disain informasi: pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi
bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.
Kartono, K. (1987). Kamus
psikologi. Bandung: Pionir Jaya.
Kusrini. (2007). Strategi
perancangan dan pengelolaan basis data. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
Marimin., Tanjung, H., & Prabowo, H. (2006). Sistem
informasi manajemen sumber daya manusia. Jakarta : Grasindo.
Mcleod, Raymond. (2001). Sistem informasi manajemen. Jakarta: PT. Prenhallindo.
Nuraida, Ida. (2008). Manajemen
administrasi perkantoran. Yogyakarta : Kanisisus.
Parnawi, A. (2019). Psikologi belajar. Yogyakarta:
Deepublish.
Wade, C. & Tavris, C. (2008). Psikologi edisi
kesembilan, jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar