Selasa, 25 Oktober 2016

Hubungan Manusia dan Kebudayaan

Ilmu Budaya  Dasar
Hubungan Manusia dan Kebudayaan
Nurul Fitriyah
18516046
1PA18


Universitas Gunadarma
Fakultas Psikologi
Bekasi
2016





Kata Pengantar

Puji syukur penulis ucapkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya Tugas paper yang berjudul  Hubungan Manusia dan Kebudayaan ini dapat terselesaikan sesuai dengan yang diharapkan dan tepat pada waktunya. Paper yang membahas mengenai hubungan dan seberapa dekat keterikatan antara manusia dengan kebudayaan serta contoh dari hubungan manusia dan kebudayaan, dan sasaran implementasi dari paper ini merupakan memenuhi tugas dari Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Dalam penulisan paper ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak.
Penulis berharap, semoga paper ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan dapat menambah pengetahuan serta kebijaksanaan kita dalam mengembangkan dan menjaga kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia sebagai identitas bangsa.


Bekasi, Oktober 2016

                                                                                                                                   Penulis
                                                                                                                             (Nurul Fitriyah)





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Indonesia terkenal dengan keragaman budayanya. Manusia dan kebudayaan adalah satu hal yang tidak bisa di pisahkan karena di mana manusia itu hidup dan menetap pasti manusia akan hidup sesuai dengan kebudayaan yang ada di daerah yang di tinggalinya.
Manusia merupakan makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain dan melakukan suatu kebiasaan-kebiasaan yang terus mereka kembangkan dan  kebiasaan-kebiasaan tersebut akan menjadi kebudayaan. Setiap manusia juga memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, itu disebabkan mereka memiliki pergaulan sendiri di wilayahnya sehingga manusia di manapun memiliki kebudayaan yang berbeda masing-masing.
Perbedaan kebudayaan disebabkan karna perbedaan yang dimiliki seperti faktor Lingkungan, faktor alam, manusia itu sendiri dan berbagai faktor lainnya yang menimbulkan Keberagaman budaya tersebut Seiring dengan berkembangnya teknlogi informasi dan komunikasi yang masuk ke Indonesia diharapkan dapat dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap kebudayaan masing – masing daerah, karena kebudayaan merupakan jembatan yang menghubungkan dengan manusia yang lain.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertiaan dari manusia?
2.      Apakah pengertian kebudayaan?
3.      Bagaimanakah hubungan antara manusia dan kebudayaan?
4.      Bagaimana kedudukan manusia di dalam suatu kebudayaan?
5.      Apa contoh hubungan antara manusia dengan kebudayaan?

C.     Tujuan dan Manfaat
1.      Mengetahui pengertian manusia.
2.      Mengetahui pengertian kebudayaan.
3.      Mengetahui hubungan antara manusia dan kebudayaan.
4.      Mengetahui bagaimana kedudukan manusia di dalam suatu kebudayaan.
5.      Mengetahui contoh hubungan antara manusia dan kebudayaan.





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.

Ø  NICOLAUS D. & A. SUDIARJA: Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.

Ø  I WAYAN WATRA: Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.

Ø  PAULA J. C & JANET W. K: Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.
Jadi manusia  merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
B.     Pengertian Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Ø  Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski: segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri (Cultural-Determinism).

Ø  Herskovits: memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.

Ø  Andreas Eppink: kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual, dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Ø  Edward Burnett Tylor: kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Ø  Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi: kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Jadi, kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan, dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak
Perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku, dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.



Unsur Pembentuk Kebudayaan
Sumber: www.google.com


C.     Hubungan Antara Manusia dan Kebudayaan


Hubungan manusia dan kebudayaan
Sumber:www.google.com


Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Tetapi kenyataannya hubungannya tidak sesederhana itu saja.
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya adalah walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, saat sebuah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya sudah menjadi satu kesatuan
Jadi, manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia yang membuatnya.
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya adalah saling terkaitnya dan ketergantungannya antara satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :
1.      Ekstemalisasi: Proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui ekstemalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia
2.      Obyektivasi: Proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.
3.      Intemalisasi: Proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.
Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya hanya menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cermat.
D.    Kedudukan Manusia di Dalam Suatu Kebudayaan
1.      Sebagai penganut kebudayaan
Sebagian besar aktifitas yang dilakukan manusia adalah kebudayaan, dan kebudayaan akan terus ada selama manusia itu sendiri ada.

2.      Pembawa kebudayaan
Manusia hidup di  suatu tempat yang berarti ia telah menciptakan kebudayaan di tempat yang ia tinggali dan tatkala ia berpindah ke tempat lain saat itulah ia membawa dan menyebarkan kebudayaan.

3.      Manipulator kebudayaan
Manusia sebagai pencipta kebudayaan dapat memanipulator kebudayaan yang telah ada sesuai dengan perkembangan jaman dan akfititas yang ia lakukan

4.      Pencipta kebudayaan
Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup di tengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendukungnya.
E.     Contoh Hubungan Antara Manusia Dengan Kebudayaan
1.      Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak perempuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.

2.      Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life)
Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai(sense of value)

3.      Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
Contoh: Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.
  
4.      Kebudayaan khusus atas dasar agama
Contoh: Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.

5.      Kebudayaan berdasarkan profesi
Contoh: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.





BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Secara sederhana hubungan manusia dan kebudayaan adalah sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Dalam ilmu sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwi tunggal yang berarti walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan mengatur kehidupan manusia yang sesuai dengannya
B.     Saran
Manusia hidup karena adanya kebudayaan, sementara itu kebudayaan akan terus hidup dan berkembang manakala manusia mau melestarikan kebudayaan dan bukan merusaknya. Dengan demikian manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena dalam kehidupannya tidak mungkin tidak berurusan dengan hasil-hasil kebudayaan, setiap hari manusia melihat dan menggunakan kebudayaan, bahkan kadang kala disadari atau tidak manusia merusak kebudayaan.
Maka dari itu, sebagai manusia yang berbudaya kita harusnya mampu untuk terus dan tetap berbudaya sebagaimana hakikat kita sebagai manusia. Teruslah melestarikan kebudayaan agar Indonesia tidak akan pernah kehilangan identitas.





Daftar Pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://id.wikipedia.org/wiki/Hubungan
http://carapedia.com/pengertian_definisi_manusia_menurut_para_ahli_info508.html
http://ikanurj.blogspot.com/2012/10/tugas.html
http://aryapramudya-gunadarma.blogspot.com/2012/03/hubungan-antara-manusia-dengan.html
http://fadliiman.blogspot.com/2013/04/hubungan-manusia-dengan-kebudayaan-di.html

https://theofani19.wordpress.com/2012/04/10/manusia-dan-kebudayaan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar