Ilmu Budaya Dasar
Hubungan Manusia dan Kebudayaan
Nurul Fitriyah
18516046
1PA18
Universitas Gunadarma
Fakultas Psikologi
Bekasi
2016
Kata Pengantar
Puji syukur penulis ucapkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat rahmat-Nya Tugas paper yang berjudul Hubungan Manusia dan Kebudayaan ini dapat
terselesaikan sesuai dengan yang diharapkan dan tepat pada waktunya. Paper yang
membahas mengenai hubungan dan seberapa dekat keterikatan antara manusia dengan
kebudayaan serta contoh dari hubungan manusia dan kebudayaan, dan sasaran implementasi
dari paper ini merupakan memenuhi tugas dari Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.
Dalam penulisan paper ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada
teknis penulisan maupun materi. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang membangun dari semua pihak.
Penulis berharap, semoga paper ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca dan dapat menambah pengetahuan serta kebijaksanaan kita dalam
mengembangkan dan menjaga kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia sebagai
identitas bangsa.
Bekasi,
Oktober 2016
Penulis
(Nurul Fitriyah)
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Indonesia terkenal dengan keragaman budayanya. Manusia dan
kebudayaan adalah satu hal yang tidak bisa di pisahkan karena di mana manusia
itu hidup dan menetap pasti manusia akan hidup sesuai dengan kebudayaan yang
ada di daerah yang di tinggalinya.
Manusia merupakan makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain
dan melakukan suatu kebiasaan-kebiasaan yang terus mereka kembangkan dan kebiasaan-kebiasaan tersebut akan menjadi
kebudayaan. Setiap manusia juga memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, itu
disebabkan mereka memiliki pergaulan sendiri di wilayahnya sehingga manusia di
manapun memiliki kebudayaan yang berbeda masing-masing.
Perbedaan kebudayaan disebabkan karna perbedaan yang dimiliki
seperti faktor Lingkungan, faktor alam, manusia itu sendiri dan berbagai faktor
lainnya yang menimbulkan Keberagaman budaya tersebut Seiring dengan
berkembangnya teknlogi informasi dan komunikasi yang masuk ke Indonesia
diharapkan dapat dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap kebudayaan
masing – masing daerah, karena kebudayaan merupakan jembatan yang menghubungkan
dengan manusia yang lain.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apakah
pengertiaan dari manusia?
2.
Apakah
pengertian kebudayaan?
3.
Bagaimanakah
hubungan antara manusia dan kebudayaan?
4.
Bagaimana
kedudukan manusia di dalam suatu kebudayaan?
5.
Apa
contoh hubungan antara manusia dengan kebudayaan?
C.
Tujuan
dan Manfaat
1.
Mengetahui
pengertian manusia.
2.
Mengetahui
pengertian kebudayaan.
3.
Mengetahui
hubungan antara manusia dan kebudayaan.
4.
Mengetahui
bagaimana kedudukan manusia di dalam suatu kebudayaan.
5.
Mengetahui
contoh hubungan antara manusia dan kebudayaan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens”
(Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi
(mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah
konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus)
atau seorang individu.
Ø NICOLAUS D. & A. SUDIARJA: Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah
jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu
barang.
Ø I WAYAN WATRA: Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya,
yaitu cipta, rasa dan karsa.
Ø PAULA J. C & JANET W. K: Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi,
mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut
menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.
Jadi manusia merupakan
paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak
tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
B.
Pengertian
Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu
buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan
sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari
kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai
mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai
"kultur" dalam bahasa Indonesia.
Ø Melville J. Herskovits dan Bronislaw
Malinowski: segala sesuatu yang terdapat dalam
masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri
(Cultural-Determinism).
Ø Herskovits: memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu
generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Ø Andreas
Eppink: kebudayaan mengandung keseluruhan
pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan
struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala
pernyataan intelektual, dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Ø Edward Burnett Tylor: kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya
terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Ø Selo Soemardjan dan Soelaiman
Soemardi: kebudayaan adalah sarana hasil karya,
rasa, dan cipta masyarakat.
Jadi, kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat
pengetahuan, dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran
manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak
Perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh
manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku, dan benda-benda yang
bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup,
organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk
membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Unsur Pembentuk Kebudayaan
Sumber: www.google.com
C.
Hubungan
Antara Manusia dan Kebudayaan
Hubungan manusia dan kebudayaan
Sumber:www.google.com
Secara sederhana hubungan antara
manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan
kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Tetapi kenyataannya
hubungannya tidak sesederhana itu saja.
Dalam sosiologi manusia dan
kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya adalah walaupun keduanya
berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan
kebudayaan, saat sebuah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup
manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya sudah menjadi satu
kesatuan
Jadi, manusia tidak dapat dilepaskan
dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu
sendiri. Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang
dari kemauan manusia yang membuatnya.
Dari sisi lain, hubungan antara
manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara
manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya adalah saling
terkaitnya dan ketergantungannya antara satu sama lain. Proses dialektis ini
tercipta melalui tiga tahap yaitu :
1.
Ekstemalisasi: Proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun
dunianya. Melalui ekstemalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia
2.
Obyektivasi: Proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu
kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan
demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan
membentuk perilaku manusia.
3.
Intemalisasi: Proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya
bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup
dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.
Manusia dan kebudayaan, atau manusia
dan masyarakat, mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada
kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal
muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya hanya
menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan
dengan lebih cermat.
D.
Kedudukan
Manusia di Dalam Suatu Kebudayaan
1.
Sebagai
penganut kebudayaan
Sebagian besar aktifitas yang dilakukan manusia adalah kebudayaan,
dan kebudayaan akan terus ada selama manusia itu sendiri ada.
2.
Pembawa
kebudayaan
Manusia hidup di suatu
tempat yang berarti ia telah menciptakan kebudayaan di tempat yang ia tinggali
dan tatkala ia berpindah ke tempat lain saat itulah ia membawa dan menyebarkan
kebudayaan.
3.
Manipulator
kebudayaan
Manusia sebagai pencipta kebudayaan dapat memanipulator kebudayaan
yang telah ada sesuai dengan perkembangan jaman dan akfititas yang ia lakukan
4.
Pencipta
kebudayaan
Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah
produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang
menciptakannya dan manusia dapat hidup di tengah kebudayaan yang diciptakannya.
Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendukungnya.
E.
Contoh
Hubungan Antara Manusia Dengan Kebudayaan
1.
Kebudayaan-kebudayaan
khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh:
Adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak
perempuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
2.
Cara
hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life)
Contoh:
Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di
desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di
antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya
pada diri sendiri dan sikap menilai(sense of value)
3.
Kebudayaan-kebudayaan
khusus kelas sosial
Contoh:
Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial
tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan,
bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas
mempunyai kebudayaan yang tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri
pula pada setiap individu.
4.
Kebudayaan
khusus atas dasar agama
Contoh:
Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang
berbeda-beda di kalangan umatnya.
5.
Kebudayaan
berdasarkan profesi
Contoh:
kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu
semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh
lain seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan
tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Secara sederhana hubungan manusia dan
kebudayaan adalah sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek
yang dilaksanakan manusia. Dalam ilmu sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai
sebagai dwi tunggal yang berarti walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya
merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan setelah kebudayaan
tercipta maka kebudayaan mengatur kehidupan manusia yang sesuai dengannya
B.
Saran
Manusia hidup karena adanya
kebudayaan, sementara itu kebudayaan akan terus hidup dan berkembang manakala
manusia mau melestarikan kebudayaan dan bukan merusaknya. Dengan demikian
manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena dalam
kehidupannya tidak mungkin tidak berurusan dengan hasil-hasil kebudayaan,
setiap hari manusia melihat dan menggunakan kebudayaan, bahkan kadang kala
disadari atau tidak manusia merusak kebudayaan.
Maka dari itu, sebagai manusia yang
berbudaya kita harusnya mampu untuk terus dan tetap berbudaya sebagaimana
hakikat kita sebagai manusia. Teruslah melestarikan kebudayaan agar Indonesia tidak
akan pernah kehilangan identitas.
Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://id.wikipedia.org/wiki/Hubungan
http://carapedia.com/pengertian_definisi_manusia_menurut_para_ahli_info508.html
http://ikanurj.blogspot.com/2012/10/tugas.html
http://aryapramudya-gunadarma.blogspot.com/2012/03/hubungan-antara-manusia-dengan.html
http://fadliiman.blogspot.com/2013/04/hubungan-manusia-dengan-kebudayaan-di.html
https://theofani19.wordpress.com/2012/04/10/manusia-dan-kebudayaan/



Tidak ada komentar:
Posting Komentar