Ilmu Budaya Dasar
Hubungan Manusia dan Kesusastraan
Nurul Fitriyah
18516046
1PA18
Universitas Gunadarma
Fakultas Psikologi
Bekasi
2016
Kata Pengantar
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat
menyelesaikan paper mengenai Hubungan Manusia dan Kesusastraan.
Paper ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan paper ini. Untuk itu
saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi
dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari
sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun
tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka kami menerima segala
saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki paper ilmu budaya
dasar saya ini.
Akhir kata saya berharap semoga paper ini
dapat bermanfaat untuk masyarakat dan memberikan inspirasi kepada kita semua.
Bekasi, Oktober
2016
Penyusun
(Nurul
Fitriyah)
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dalam kesusastraan Ilmu Budaya Dasar dapat dihubungkan meliputi:
Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dll. Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan
seperti tersebut diatas maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah
satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. Konsep-konsep
sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan
untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam ilmu pengetahuan
sosial, contohnya keanekaragaman dan konse.
Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya
dasar, karena materi – materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang
berkaitan dengan sastra dan seni. Budaya Indonesia sangat menunjukkan adanya
sastra dan seni didalamnya.
Manusia dan Ilmu Budaya Dasar Kesusteraan ada kaitannya terhadap
karya-karya sastra yang meliputi prosa dan puisi.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Pendekatan
Kesusastraan
2.
Budaya
Kesusastraan
3.
Budaya
dan Prosa
4.
Hubungan
Manusia dan Kesusastraan
5.
Contoh
Hubungan Manusia dan Kesusastraan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pendekatan
Kesusastraan
1.
Sastra
Dalam Pengertian Umum
Sastra
(Sanskerta: shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta ‘Sastra’,
yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar
‘Sas’ yang berarti “instruksi” atau “ajaran” dan ‘Tra’ yang berarti “alat” atau
“sarana”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada
“kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan
tertentu.
Segmentasi
sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi
lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah
sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti
sastrawi, bukan sastra.
Selain
itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau
sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan
tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan
pengalaman atau pemikiran tertentu.
Ø Mursal Esten (1978 : 9)
Sastra
atau Kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif
sebagai manifestasi kehidupan manusia. (dan masyarakat) melalui bahasa sebagai
medium dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan manusia (kemanusiaan).
Ø Semi (1988 : 8 )
Sastra
adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah
manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya.
Ø Panuti Sudjiman (1986 : 68)
Sastra
sebagai karya lisan atau tulisan yang memiliki berbagai ciri keunggulan seperti
keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi, dan ungkapanya.
Ø Ahmad Badrun (1983 : 16)
Kesusastraan
adalah kegiatan seni yang mempergunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain
sebagai alai, dan bersifat imajinatif.
Ø Eagleton (1988 : 4)
Sastra
adalah karya tulisan yang halus (belle letters) adalah karya yang mencatatkan
bentuk bahasa. harian dalam berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan,
didalamkan, dibelitkan, dipanjangtipiskan dan diterbalikkan, dijadikan gaji
2.
Hubungan
Antara Sastra, Seni, Dengan Ilmu Budaya Dasar
Masalah
sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi
– materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra
dan seni.Budaya Indonesia sanagat menunjukkan adanya sastra dan seni
didalamnya.
Latar
belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan
dengan masalah sebagai berikut :
ü Kenyataan bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan
segala keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang
biasanya tidak lepas dari ikatan primordial, kesukaan, dan kedaerahan .
ü Proses pembangunan yg sedang berlangsung dan terus menerus
menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan
pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun
terkena pengaruhnya .
ü Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan
kondisi kehidupan mausia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya,
sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya .
B.
Budaya
Kesusastraan
h
u sumber: www.google.com
Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan Ilmu Budaya
Dasar, karena materi-materi yang diulas oleh Ilmu Budaya Dasar ada yang
berkaitan dengan sastra dan seni. Budaya Indonesia sangat menunjukkan adanya
sastra dan seni.
Selain itu hubungan antara Ilmu Budaya Dasar dengan Kesusastraan
adalah sama-sama memiliki objek yang sama yaitu manusia. Sama-sama mempelajari
hubungan antar manusia melalui suatu komunikasi yang beraneka ragam macamnya.
Bayangkan jika manusia hidup tanpa seni, hidup tanpa bisa menyalurkan ekspresi.
Maka akan mengganggu kejiwaan atau psikologis manusia.
C.
Budaya
Dan Prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena
variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih
sesuai dengan arti leksikalnya.
Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya
"terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan
suatu fakta atau ide.
Prosa biasanya dibagi menjadi empat jenis, yakni :
·
Prosa
naratif
·
Prosa
deskriptif
·
Prosa
eksposisi
·
Prosa
argumentative
Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan
prosa baru.
1.
Prosa
lama: prosa bahasa Indonesia yang belum dipengaruhi oleh budaya barat.
·
Dongeng
·
Hikayat
·
Sejarah
·
Epos
·
Cerita
pelipur lara
2.
Prosa
baru: prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apapun.
·
Cerita
pendek
·
Roman/novel
·
Biografi
·
Kisah
D.
Hubungan
Manusia dan Kesusastraan
Sastra mempunyai peranan yang lebih penting, karena sastra
mempergunakan bahasa. Bahasa juga mempunyai kemampuan untuk menampung hampir
semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya
sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat. Manusia mempergunakan bahasa dalam
usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan.
Dengan demikian manusia dengan bahasa pada hakekatnya adalah satu.
Sastra juga mempermudah komunikasi, karena karya sastra adalah
penjabaran abstraksi. Sementara itu, filsafat yang juga mempergunakan bahasa
adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan yang digarap oleh
filsafat adalah abstrak.
Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah
tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah mengemukakan gagasan-gagasannya
dalam bentuk yang tidak normatif.
Prosa, puisi, lakon, skenario, skripsi, risalah ilmiah, esei,
kolom, berita, surat, proposal, catatan harian, laporan, pandangan mata,
pidato, ceramah, transkripsi percakapan, wawancara, iklam, propaganda, doa dan
sebagainya semuanya jadi termasuk sastra, karena mempergunakan bahasa.
Semua sektor kehidupan, seluruh aktivitas manusia tak bisa
membebaskan diri dari bahasa. Bahkan olahraga yang jelas-jelas menitikberatkan
pada aktivitas raga, tetap saja membutuhkan bahasa dalam menumbuhkan dan mengembangkan
dirinya. Bagaimana dengan puisi dan prosa yang merupakan bagian dari
kesusastraan (baca: sastra yang indah).
E.
Contoh
Hubungan Manusia dan Kesusastraan
1.
Di
tahun 60-an, pelajaran kesusastraan masih diajarkan di SMA di semua bagian A,B
dan C (budaya, eksakta dan ekonomi). Tetapi posisinya memang hanya sebagai
pendukung pelajaran Bahasa Indonesia. Tak jarang jam pelajaran kesusastraan
dikanibal oleh pelajaran bahasa.
2.
Ayat-Ayat
Setan karya Salman Rusdie menimbulkan kegegeran dunia, karena dianggap penghinaan
terhadap Islam, sehingga Ayatulah Khomeini menjatuhkan hukuman mati pada
penulisnya yang berlindung di daratan Inggris.
3.
Di
Indonesia, Langit Makin Mendung karya Ki Panji Kusmin, menjadi perkara,
sehingga HB Jassin selaku Pimpinan Redaksi majalah Horison yang memuat cerita
pendek itu diajukan ke pengadilan dan dinyatakan bersalah.
4.
Iwan
Simatupang, sengaja menulis drama “RT 0 – RW 0” (sekalian dipentaskan oleh para
mahasiswanya), dalam rangka memberi kuliah tentang filsafat eksistensialis.
5.
Film
Laskar pelangi yang membuat semua orang menjadi tahu bahwa Indonesia memiliki
tempat yang bagaikan negeri dongeng. Menceritakan pengalaman pribadi dari sang
penulis yang akhirnya mengangkat daerah Bangka Belitung.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Manusia tidak dapat di pisahkan dari sastra Karena sastra
kebudayaan sudah menyatu, sastra salah satu cara manusia untuk mengekspresikan
diri dengan puisi-puisi, cerita-cerita, prosa, prosa, pantun, gurindam, dan
lain sebagainya.
Selain itu sastra juga adalah sebagai salah satu sarana penghibur
diri saat berpelipur lara seperti menonton film, mendengarkan music, dan lain
sebagainya.
Jadi hubungan manusia dan sastra
sangatlah lekat dan tidak bisa di satukan karena manusia pasti berbahasa
entah menggunakan symbol ataupun lisan.
B.
Saran
Kita sebagai manusia yang tidak bisa lepas dari sastra, gunakanlah
sastra untuk melakukan hal-hal positif, sebagai manusia yang tidak bisa lepas
dari bahasa gunakanlah bahasa yang baik dan benar.
Apresiasikan sastra dengan menggunakan dan membuat sastra-sastra
yang berbobot dan bermanfaat untuk semua orang.
Daftar Pustaka
http://asemmanis.wordpress.com/2009/10/03/pengertian-sastra-secara-umum-dan-menurut-para- ahli/
http://id.wikipedia.org/wiki/Seni
http://putuwijaya.wordpress.com/2007/11/07/peranan-sastra/
http://id.wikipedia.org/wiki/Prosa
http://euislestari02.blogspot.co.id/2015/10/tugas-ibd-manusia-dan-kesusastraan.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar