Evolusi
A.
Teori Evolusi yang Terjadi Pada Makhluk Hidup
Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan
pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke
generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga
proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi
ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan
menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi,
keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh
dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar
spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru
juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi
antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini
menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.
Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu
seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang
menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan
reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi - dan sebaliknya,
sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu
dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi,
sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi
sifat-sifat yang menguntungkan ini. Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi
melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan
acak ini dengan seleksi alam. Sementara itu, hanyutan genetik (Bahasa Inggris:
Genetic Drift) merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak
pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh
probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan
hidup dan bereproduksi.
Ada dua macam evolusi, yaitu evolusi progressif dan
evolusi regressif. Evolusi progressif merupakan proses evolusi yang menuju
kemungkinan dapat bertahan hidup sehingga menghasilkan spesies baru. Evolusi
regressif merupakan evolusi menuju kemungkinan mengalami kepunahan.
1.
TEORI DARWIN DAN
LAMARCK
Charles
Darwin dianggap sebagai pencetus teori evolusi. Hal itu disebabkan karena dalam
mengemukakan pendapatnya Darwin menyertakan bukti dan alasan yang dapat
diterima di dunia ilmiah.
a.
Teori evolusi
menurut Jean Baptiste de Lamarck
Menurut
Lamarck, bagian tubuh makhluk hidup dapat berubah baik ciri, sifat, dan karakternya
karena pengaruh lingkungan hidupnya. Jika bagian tubuh dari makhluk hidup
selalu atau sering digunakan, maka bagian tersebut makin lama dapat berubah
sehingga sesuai untuk digunakan pada lingkungan tersebut. Sebaliknya bagian
tubuh yang tidak pernah atau jarang digunakan lagi makin lama akan menghilang
(rudimenter). Bagian tubuh yang telah mengalami perubahan dan sudah sesuai
dengan lingkungannya dikatakan bagian yang telah beradaptasi pada lingkungan.
Bagian yang telah beradaptasi tersebut memiliki ciri atau karakter yang berbeda
dengan aslinya. Bagian ini dinamakan ciri atau karakter atau sifat perolehan.
Sifat perolehan tersebut akan diwariskan kepada keturunannya dari generasi ke
generasi. Demikianlah seterusnya sehingga suatu saat nanti muncul makhluk hidup
yang lebih maju daripada moyangnya. Teori yang dikemukakan Lamarck tersebut
dikenal dengan ‘use and disuse’.
Lamarck
mengambil contoh mengenai panjang leher jerapah. Menurutnya nenek moyang
jerapah dahulu berleher pendek. Pada suatu ketika terjadilah bencana kekeringan
sedemikian rupa sehingga jerapah hanya dapat memperoleh makanan dengan
mengambil daun-daun yang ada di pepohonan. Karena sering mengambil daun-daun
dipohon untuk dimakan, akibatnya leher jerapah tertarik, makin lama makin
panjang. Akhirnya sifat perolehan yang baru yaitu leher panjang diwariskan pada
generasi-generasi berikutnya sehingga jerapah sekarang berleher panjang.
b.
Teori evolusi
menurut Charles Darwin
Charles
Darwin adalah seorang naturalis berkebangsaan Inggris. Ia menyatakan bahwa
evolusi berlangsung karena adanya proses seleksi alam (natural selection). Yang
dimaksud seleksi alam adalah: proses pemilihan yang dilakukan oleh alam
terhadap variasi makhluk hidup di dalamnya. Hanya makhluk hidup yang memiliki
variasi sesuai dengan lingkungan yang bisa bertahan hidup, sedang yang tidak
sesuai akan punah. Organisme yang bisa hidup inilah yang selanjutnya akan
mewariskan sifat-sifat yang sesuai dengan lingkungan pada generasi berikutnya.
Sebagai
pembanding dengan teori Lamarck, panjang leher jerapah dapat dijelaskan dengan
teori Darwin sebagai berikut. Nenek moyang jerapah punya variasi panjang leher,
ada yang berleher pendek dan ada yang berleher panjang. Karena terjadi bencana
kekeringan, lingkunganpun berubah dan, berlangsunglah proses seleksi alam.
Jerapah berleher pendek tidak dapat mencari makan dengan menjangkau daun-daun
di pohon sehingga tidak bisa bertahan hidup. Sebaliknya jerapah berleher
panjang tetap dapat memperoleh makanan dari daun-daun di pohon sehingga dapat
bertahan hidup. Karena mampu bertahan hidup maka jerapah tersebut mampu berbiak
dan mewariskan sifat adaptif yaitu leher panjang pada generasi berikut. Itulah
sebabnya semua jerapah sekarang berleher panjang. Teori yang di kemukakan
Darwin sangat dipengaruhi oleh hal-hal berikut:
·
Ekspedisinya ke
kepulauan Galapagos (Galapagos = kura-kura raksasa). Di tempat ini Darwin
menemukan berbagai macam bentuk paruh burung Finch. Terjadinya keanekaragaman
ini disebabkan oleh perbedaan jenis makanannya.
·
Pendapat Charles
Lyell dalam bukunya “Principles of
Geology“ yang menyatakan bahwa batuan, pulau, dan benua selalu mengalami
perubahan. Menurut Darwin peristiwa ini kemungkinan dapat mempengaruhi makhluk
hidup.
· Pendapat Thomas
Robert Malthus dalam bukunya “An Essay on the Principle of Population” yang menyatakan adanya kecenderungan kenaikan
jumlah penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan. Hal ini menurut
Darwin menimbulkan terjadinya suatu persaingan untuk kelangsungan hidup.
Berdasarkan tiga hal tersebut akhirnya
Darwin menulis bukunya “On the Origin of Species by Means of Natural Selection”
yang berisi dua hal pokok:
·
spesies yang ada
sekarang ini berasal dari spesies yang hidup di masa lampau.
·
evolusi terjadi
melalui proses seleksi alam.
1)
Contoh-contoh
konsep yang mendukung teori Darwin
a)
Percobaan August
Weismann
August
WeismannUntuk membuktikan apakah lingkungan menyebabkan perubahan sifat yang
menurun (teori Lamarck) Weismann melakukan percobaan dengan memotong ekor
tikus, lalu mereka dikawinkan. Ternyata anak tikus yang lahir tetap berekor
panjang. Lalu anak tikus tersebut dipotong lagi ekornya dan dikawinkan lagi,
ternyata keturunan selanjutnya tetap berekor panjang. Langkah itu dilakukan
sampai dengan 21 generasi dan keturunan yang lahir ternyata tetap berekor
panjang.
Dari
apa yang dilakukan, Weismann mengambil kesimpulan bahwa perubahan sel tubuh
karena pengaruh lingkungan tidak akan diwariskan kepada keturunannya. Evolusi adalah proses yang
menyangkut seleksi alam terhadap faktor genetika. Individu yang memiliki
variasi genetik yang sesuai dengan lingkungan yang akan lestari dan memiliki
kesempatan mewariskan gen yang adaptif pada generasi berikut.
b)
Kupu-kupu Biston
betularia
Ada
2 jenis Biston betularia: bersayap terang dan bersayap gelap. Sebelum Revolusi
industri, kupu bersayap gelap lebih gampang terlihat. Setelah Revolusi
Industri, kupu bersayap terang yang lebih gampang terlihat. Ini mempengaruhi
pergeseran peluang predasi.
Sekitar
tahun 1850 yaitu masa sebelum berkembangnya revolusi industri di Inggris, kupu
Biston berwarna cerah lebih banyak daripada yang berwarna gelap. Tetapi setelah
berlangsungnya revolusi industri, ternyata kupu yang berwarna gelap lebih
banyak daripada yang berwarna cerah. Hal ini dimungkinkan karena sebelum
revolusi industri pohon di habitatnya masih bersih, sehingga kupu berwarna
cerah lebih adaptif, akibatnya sulit untuk dilihat predator. Ketika berlangsung
revolusi industri dan sesudahnya, pohon dan daun habitat kupu tersebut tertutup
oleh jelaga. Ini berakibat kupu berwarna gelap lebih adaptif sehingga sulit
dilihat predator.
c)
Seleksi alam
berdasarkan resistensi
Evolusi
dan adaptasi tidak selamanya membutuhkan waktu yang relatif lama. Bakteri yang
resisten terhadap penicillin misalnya, dapat terbentuk dengan cepat.
Kejadiannya juga diterangkan berdasar konsep seleksi alam. Dimana dalam suatu
koloni bakteri, hanya sedikit bakteri yang bertahan hidup ketika penicillin
diberikan. Namun beberapa lama kemudian koloni bakteri yang resisten terhadap
penicillin menjadi banyak. Pada peristiwa ini penicillin hanya merupakan faktor
pengarah terhadap perkembangan populasi bakteri yang resisten terhadap
antibiotik.
2.
BUKTI TENTANG
ADANYA EVOLUSI
Evolusi
dapat dilihat dari dua segi yaitu sebagai proses historis dan cara bagaimana
proses itu terjadi. Sebagai proses historis evolusi itu telah dipastikan secara
menyeluruh dan lengkap sebagaimana yang telah dipastikan oleh ilmu tentang
suatu kenyataan mengenai masa lalu yang tidak dapat disaksikan oleh mata. Hal
ini berarti bahwa evolusi itu ada dan merupakan suatu kenyataan yang telah
terjadi. Berikut ini merupakan bukti-bukti evolusi yang ada.
a.
Adanya variasi
antar individu dalam satu keturunan
Di
dunia ini tidak pernah dijumpai dua individu yang identik sama, bahkan anak
kembar sekalipun pasti punya suatu perbedaan. Demikian pula individu yang
termasuk dalam satu spesies. Misalnya perbedaan warna, ukuran, berat,
kebiasaan, dan lain-lain. Jadi antar individu dalam satu spesies pun terdapat
variasi. Variasi adalah segala macam perbedaan yang terdapat antar individu
dalam satu spesies. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh berbagai faktor
seperti suhu, tanah, makanan, dan habitat.
Perhatikan
bahwa dalam satu keturunan pun akan selalu memunculkan variasi. Ini disebabkan
karena pada perkawinan selalu terjadi rekombinasi gen. Seleksi yang dilakukan
bertahun-tahun terhadap suatu spesies akan menyebabkan munculnya spesies baru
yang berbeda dengan moyangnya. Oleh karena itu adanya variasi merupakan bahan
dasar terjadinya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya spesies baru.
b.
Pengaruh
penyebaran geografis
Makhluk
hidup yang berasal dari satu spesies yang hidup pada satu tempat setelah
mengalami penyebaran ke tempat lain sifatnya dapat berubah. Perubahan itu
terjadi karena di tempat yang baru makhluk hidup tersebut harus beradaptasi
demi kelestariannya. Selanjutnya, adaptasi bertahun-tahun yang dilakukan akan
menyebabkan semakin banyaknya penyimpangan sifat bila dibandingkan dengan
makhluk hidup semula. Dua tempat yang
dipisahkan oleh pegunungan yang tinggi atau samudera yang luas mempunyai flora
dan fauna yang berbeda sama sekali. Perbedaan susunan flora dan fauna di kedua
tempat itu antara lain disebabkan adanya isolasi geografis.
Perkembangan
variasi paruh burung Finch. Terjadi karena terseleksi secara alami oleh jenis
makanan yang berbeda. Contohnya adalah mengenai bentuk paruh burung Finch yang
ditemukan Darwin di kepulauan Galapagos. Dari pengamatannya tampak
burung-burung Finch tersebut memiliki bentuk paruh dan ukuran yang berbeda, dan
menunjukkan mempunyai hubungan dengan burung Finch yang ada di Amerika Selatan.
Mungkin karena sesuatu hal burung itu bermigrasi ke Galapagos. Mereka menemukan
lingkungan yang baru yang berbeda dengan lingkungan hidup moyangnya. Burung itu
kemudian berkembangbiak dan keturunannya yang mempunyai sifat sesuai dengan
lingkungan akan bertahan hidup, sedang yang tidak akan mati. Karena lingkungan
yang berbeda, burung-burung itu menyesuaikan diri dengan jenis makanan yang ada
di Galapagos. Akhirnya terbentuklah 14 spesies burung Finch yang berbeda dalam
bentuk dan ukuran paruhnya.
c.
Ditemukannya
fosil di berbagai lapisan batuan bumi
Fosil
adalah sisa tumbuhan atau hewan yang telah membatu atau jejak-jejak yang
tercetak pada batuan. Darwin menyatakan bahwa fosil yang ditemukan pada lapisan
batuan muda berbeda dengan fosil yang terdapat pada lapisan batuan yang lebih
tua, dan menunjukkan suatu bentuk perkembangan.
Dari
sekian banyak fosil yang ditemukan, yang paling lengkap dan dapat digunakan
sebagai petunjuk adanya evolusi adalah fosil kuda yang ditemukan oleh Marsh dan
Osborn. Dari studi yang dilakukan dapat dicatat beberapa perubahan dari nenek
moyang kuda (Eohippus) yang hidup 58 juta tahun yang lalu menuju ke bentuk kuda
modern sekarang (Equus), yaitu:
·
tubuh bertambah
besar, dari sebesar kucing hingga sebesar kuda sekarang
·
leher makin
panjang, kepala makin besar, jarak antara ujung mulut hingga bagian mata menjadi
makin jauh
·
perubahan dari
geraham depan dan belakang dari bentuk yang sesuai untuk makan daun menjadi
bentuk yang sesuai untuk makan rumput
·
bertambah
panjangnya anggota tubuh hingga dapat dipakai untuk berlari cepat, tetapi
bersamaan dengan itu kemampuan rotasi tubuh menurun.
·
adanya reduksi
jari kaki dari lima menjadi satu, yaitu jari ketiga yang selanjutnya memanjang,
kemudian disokong teracak.
Untuk menetapkan umur fosil dapat
dilakukan dengan dua cara : secara langsung dan tak langsung. Secara langsung dengan menetapkan umur batuan
tempat fosil ditemukan. Cara yang ini kurang valid. Secara tak langsung dengan
carbon dating menggunakan isotop C14. Cara yang kedua ini lebih valid.
d.
Adanya homologi
organ pada berbagai jenis makhluk hidup
Organ-organ
berbagai makhluk hidup yang mempunyai bentuk asal sama dan kemudian berubah
struktur sehingga fungsinya berbeda disebut organ yang homolog. Homologi organ
menunjukkan tingkat kekerabatan makhluk yang bersangkutan. Makin banyak organ
yang homolog kemungkinan kekerabatannya makin dekat, yang artinya nenek
moyangnya mungkin sama.
Homologi
organ: perhatikan bahwa anggota gerak pada makhluk di atas memiliki bentuk
berbeda, tetapi pada dasarnya memiliki bagian yang sama. Perbedaan ini
disebabkan karena perbedaan fungsi.
Contohnya:
tangan manusia berfungsi untuk memegang adalah homolog dengan sirip depan paus
yang digunakan untuk berenang, atau sayap kelelawar yang berguna untuk terbang
homolog dengan tungkai depan kucing yang berguna untuk berjalan.
Lawan
dari homolog adalah organ yang analog, yaitu organ-organ dari berbagai makhluk
hidup yang fungsinya sama tanpa memperhatikan bentuk asalnya. Bisa juga
diartikan organ-organ tubuh dari berbagai makhluk hidup yang fungsinya sama
tetapi bentuk asalnya berbeda.
e.
Studi
perbandingan embriologi
Perkembangan
embrio berbagai spesies yang termasuk kelas vertebrata menunjukkan adanya
persamaan pada fase tertentu yakni pada fase morulla, blastula, dan
gastrula/awal embrio. Hal ini menunjukkan adanya hubungan kekerabatan di antara
hewan-hewan sesama vertebrata, yang mungkin pula mereka memiliki satu nenek
moyang.
Ernst
Haeckel menyatakan dalam hukum Rekapitulasi yang dikemukakannya bahwa ontogeni
suatu organisme merupakan rekapitulasi (ulangan singkat) dari filogeni.
Ontogeni adalah sejarah perkembangan individu mulai zigot sampai dewasa.
Filogeni adalah sejarah perkembangan makhluk hidup dari bentuk sederhana sampai
dengan bentuk yang paling sempurna (evolusi).
f.
Studi
perbandingan biokimia
Bila
membandingkan makhluk hidup pada tingkat biokimia, ternyata hasilnya mendukung
teori evolusi. Sebagai contoh, Hb manusia lebih mirip dengan simpanse atau
gorilla daripada dengan anjing atau cacing tanah. Tingkat kemiripan ini
menunjukkan manusia lebih dekat kekerabatannya dengan simpanse atau gorilla
daripada dengan anjing atau cacing tanah.
B.
Contoh Makhluk Hidup ( Binatang Khususnya ) Yang
Mengalami Perubahan Atau Evolusi Adaptasi, Seleksi Alam
1.
Evolusi Adaptasi
Hewan-hewan
herbivor beradaptasi terhadap makanan secara fisiologis. Sapi, kambing, kerbau,
dan domba merupakan hewan herbivor yang dapat mencerna zat makanan di dalam
lambung. Rayap dan Teredo navalis yang hidup di kayu galangan kapal dapat
mencerna kayu dengan bantuan enzim selulose. Kucing mengincar mangsanya dengan
cara mendekam. Ketika mangsa mendekat dan lengah, maka kucing akan meloncat dan
menerkam mangsanya. Tingkah laku demikian untuk menghemat energi. Lain halnya
dengan cicak. Cicak akan memutuskan ekornya pada saat berada dalam ancaman.
Paus naik ke permukaan air ketika akan mengambil oksigen untuk pernapasannya.
Hewan rayap itu buta, untuk menemukan jalan dia membuat terowongan dari tanah
yang dapat menuntunnya menuju ke tempat makanan atau sarangannya.
2.
Evolusi Seleksi
Alam
Di
daerah dingin dijumpai hewan-hewan mamalia yang berbulu tebal, sedangkan di
daerah tropis hewan mamalianya berbulu tipis. Dalam hal ini, yang menjadi
faktor penyeleksi adalah suhu lingkungan. Karena hewan mamalia yang berbulu
tipis umumnya tidak akan bisa menyesuaikan diri pada lingkungan yang bersuhu sangat
rendah sehingga hewan tersebut akan tereliminasi dan punah. Beruang kutub
berbulu tebal untuk membuatnya tetap hangat. Selain bulunya, beruang kutub juga
mempunyai lapisan lemak yang digunakan untuk menghangatkan tubuhnya.
3.
Adaptasi
Salah
satu ciri makhluk hidup adalah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya disebut
adaptasi. Adaptasi ini bertujuan untuk mempertahankan hidupnya. Tiap jenis
makhluk hidup memiliki cara-cara adaptasi yang berbeda terhadap lingkungannya.
a.
Jenis Adaptasi
pada hewan
1)
Adaptasi
Morfologi
Penyesuaian
makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh, struktur tubuh atau
alat-alat tubuh organisme untuk kelangsungan hidupnya. Contoh dari adaptasi
morfologi :
a)
Bentuk paruh
·
Burung pipit
mempunyai paruh pendek dan kuat. Bentuk paruh ini sesuai untuk memakan jenis
biji-bijian. Paruh ini berfungsi untuk menghancurkan biji tersebut.
·
Burung elang
mempunyai paruh yang kuat, tajam dan melengkung bagian ujungnya. Paruh seperti
ini sesuai untuk mencabik mangsanya.
·
Bebek mempunyai
paruh yang berbentuk seperti sudu. Bentuk paruh ini sesuai untuk mencari
makanan di tempat becek, berlupur atau di air.
b)
Bentuk kaki
·
Bentuk kaki
burung kakatua untuk memanjat, selain itu juga untuk memegang makanan.
·
Kaki ayam untuk
mengais tanah saat mencari makanan.
·
Burung elang
mempunyai kaki kuat dan kuku yang tajam, kaki ini untuk mencengkeram mangsanya.
c)
Jenis mulut
·
Mulut penghisap,
serangga mempunyai cara khusus untuk memperoleh makanan.
·
Mulut penusuk,
nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan penghisap. Mulutnya dapat menghisap
makanan berupa darah manusia atau hewan.
·
Mulut penggigit dan pengunyah, jangkrik mempunyai
bentuk mulut penggigit dan pengunyah. Mulut ini mempunyai gigi-gigi kecil untuk
menguyah makanan yang berupa daun.
d)
Bentuk gigi pada
hewan
·
Misalnya seperti
gigi singa, harimau, citah, macan, yang runcing dan tajam untuk makan daging,
sedangkan pada gigi sapi, kambing, kerbau, biri-biri, domba tidak runcing dan
tajam karena giginya lebih banyak dipakai untuk memotong rumput atau daun dan
untuk mengunyah makanan.
2)
Adaptasi
Fisiologi
Penyesuaian
yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian
pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik. Contoh adaptasi
morfologi pada hewan :
a)
Unta
·
Unta hidup di
daerah padang pasir yang kering, gersang, dan panas. Bentuk dan susunan tubuh
unta sesuai dengan keadaan alam di padang pasir. Pada saat minum unta mampu
meneguk air dalam jumlah yang banyak. Air tersebut disimpan sebagai cairan
tubuh.
b)
Beruang kutub
dan anjing laut
·
Beruang kutub
dan anjing laut mempunyai lapisan lemak yang tebal untuk bertahan hidup di
daerah yang dingin. Beruang kutub hidup di daerah kutub yang dingin. Hewan yang
hidup di daerah dingin mempunyai bentuk kaki yang besar dan lebar untuk
berjalan di salju. Bulunya tebal dan telinganya kecil untuk mengurangi
kehilangan panas.
c)
Pinguin
· Pinguin
merupakan hewan yang hidup di daerah kutub yang bersuhu dingin. Sejak lahir
pinguin memiliki bulu yang tebal. Bulu yang tebal ini membuatnya merasa hangat
walaupun berada di daerah yang dingin. Hal ini merupakan bentuk penyesuaian
diri pinguin terhadap lingkungannya.
3)
Adaptasi Tingkah
Laku
Adaptasi
tingkah laku adalah penyesuaian tigkah laku makhluk hidup terhadap lingkungan
tempat hidupnya. Contoh dari adaptasi tingkah lau pada hewan adalah sebagai
berikut :
a)
Cumi-cumi,
sotong dan gurita
· cumi-cumi,
sotong dan gurita hidup di laut, ketika diserang musuh hewan-hewan ini
mengeluarkan cairan hitam seperti tinta. Akibatnya air menjadi keruh. Saat
itulah hewan-hewan ini melarikan diri. Cumi-cumidapat berenang dengan cepat
untuk menghindari musuhnya tersebut.
b)
Cicak dan kadal
· Cicak dan kadal
memutuskan ekornya jika diserang oleh musuh, tindakan hewan memutuskan bagian
tubuhnya disebut dengan autotomi. Hal ini dilakukan untuk mengelabuhi
musuhnya..
c)
Paus
· Paus merupakan
hewan mamalia yang hidup di air. Mereka bernapas dengan paru-paru. Untuk
menghirup udara yang mengandung oksigen, hewan tersebut muncul ke permukaan
air. Setiap paus muncul ke permukaan air untuk menghirup udara
sebanyak-banyaknya sampai paru-parunya penuh sekali, yaitu sekitar 3.350 liter.
· Setelah itu,
paus akan menyelam kembali ke dalam air. Dengan udara sebanyak itu, paus mampu
bertahan selama kira-kira setengah jam di dalam air. Pada saat muncul kembali
di permukaan air, hasil oksidasi biologi dihembuskan melalui lubang hidung,
seperti pancaran air mancur. Sisa oksidasi ini berupa karbon dioksida yang
jenuh dengan uap air yang telah mengalami pengembunan (kondensasi).
4.
Seleksi Alam
Merupakan
proses penyeleksian secara alamiah oleh lingkungan sekitar (alam). Sehingga
bila makhluk hidup tidak mampu beradaptasi dengan baik maka akan terseleksi
dengan sendirinya oleh alam. Alam akan mempertahankan individu dengan sifat
yang baik yang mampu bertahan hidup pada lingkungan sekitar.
Seleksi
alam terjadi karena adanya faktor-faktor pembatas yang terdapat di alam seperti
factor makanan, perubahan lingkungan, predator, tempat tinggal, mendapatkan
pasangan dll. Kesemua factor-faktor pembatas tersebut terdapat di alam,
sehingga dengan demikian alam sendirilah yang menyeleksi individu.
a.
Contoh seleksi
alam
1) Jerapah yang
berfariasi lehernya karena adanya faktor pembatas berupa factor makanan yang
muncunya jerapah berleher panjang yang merupakan persilangan dari jerapah
berleher pendek dan berleher panjang.
2) Burung Finch
(pipit) yang bermigrasi dari Ekuador, Amerika Selatan menuju kepulauan
Galapagos. Hal ini juga terjadi karena adanya faktor pembatas berupa factor
makanan. Dari burung Finch dengan paruh pendek, pemakan biji-bijian, akan
beradaptasi dengan lingkungan yang baru serta makanan yang tersedia sehingga
muncullah burung Finch dengan berbagai macam paruh tergantung jenis makanannya.
Dengan demikian spesies yang muncul di kemudian hari berbeda dengan pertama
kali yang datang di kepulauan Galapagos.
3) Kupu-kupu Biston
betularia, dengan sayap berwarna putih bintik-bintk pada awalnya lebih
banyak dibandingkan dengan Bisto
betularia dengan sayap hitam. Pada saat terjadinya revolusi industry di
Inggris, jumlah Biston betularia bersayap putih semakin berkurang dan imigrasi
ke daerah pedesaan. Sedangkan Biston betularia bersayap hitam tetap bertahan.
Untuk yang bersayap putih lama kelamaan tersingkirkan atau terseleksi sehingga
tinggallah yang bersayap hitam. Biston betularia bersayap hitam tetap bertahhan
karena warna sayapnya yang tersamarkan denga warna jelaga, sedangkan yang
berwarna putih akan cepat tertangkap oleh predator. Biston betularia bersayap
putih tetap akan bertahan hidup di pedesaan karena mereka hidup di pohon-pohon
dan tersamarkan degan warna lumut kerak (Lichenes) dengan jumlah yang semakin
berkurang.
Sumber
:
https://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi
http://biologimediacentre.com/evolusi-pemahaman-teori-dan-bukti-evolusi/
https://gurungeblog.com/2009/01/05/evolusi-makhluk-hidup/
http://www.pintarbiologi.com/2016/08/evolusi-makhluk-hidup-pengertian-sejarah-bukti-mekanisme.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar