Kamis, 27 April 2017

GEOGRAFI DAN KEHIDUPAN MANUSIA

Geografi dan Kehidupan Manusia
A.   Penyebaran Makhluk Hidup
1.      Faktor Abiotik, yang terdiri dari:
a.       Iklim
Faktor Iklim dapat dikatakan sangat berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup dimuka bumi. Dan didukung oleh beberapa faktor. Yaitu,
1)      Kelembapan udara
Kelembaban berpengaruh langsung terhadap kehidupan tumbuhan. Ada tumbuhan yang sangat cocok hidup di daerah kering, daerah lembab bahkan ada yang dapat hidup di daerah yang sangat basah.
Berdasarkan tingkat kelembaban lingkungan habitatnya, dunia tumbuhan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a)      Xerophyta (Xerofit), yaitu tumbuhan yang sangat tahan terhadap lingkungan kering atau kondisi kelembaban udara yang sangat rendah, misalnya kaktus.
b)      Mesophyta (Mesofit), yaitu tumbuhan yang sangat cocok hidup di lingkungan yang lembab tetapi tidak basah, seperti anggrek dan cendawan.
c)      Hygrophyta (Higrofit), yaitu tumbuhan yang sangat cocok hidup di daerah basah, seperti teratai, eceng gondok, dan selada air
d)     Tropophyta (Tropofit), yaitu jenis tumbuh-tumbuhan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan musim hujan dan musim kemarau. Tropophyta merupakan tumbuhan khas iklim muson tropik. Seperti, Kaktus, Anggrek, Lotus, Cendawan/jamur
2)      Suhu
Kodisi suhu udara sangat berpengaruh terhadap tumbuh-tumbuhan dan hewan, karena jenis spesies tertentu memiliki persyaratan suhu lingkungan yang ideal atau suhu optimum bagi kehidupannya, serta batas suhu maksimum dan minimum untuk tumbuh yang dinamakan tolerensi spesies terhadap suhu. Suhu bagi tumbuh-tumbuhan merupakan faktor pengontrol bagi persebarannya sesuai dengan letak lintang, ketinggian dan sebagainya. Penamaan habitat tumbuhan biasanya sama dengan nama-nama wilayah berdasarkan lintang buminya, seperti vegetasi hutan tropik, vegetasi lintang sedang, dan sebagainya.
3)      Angin
Angin sangat membantu dalam proses penyerbukan atau pembuahan beberapa jenis tumbuhan, sehingga proses regenerasi tumbuhan dapat berlangsung. Bahkan ada tumbuhan tertentu yang penyebaran benihnya dilakukan oleh angin. Contohnya, ilalang atau sejenis rumput-rumputan.
4)      Curah hujan
Untuk memenuhi kebutuhan akan air, tumbuh-tumbuhan sangat tergantung pada curah hujan dan kelembaban udara. Banyak sedikitnya jumlah curah hujan di suatu tempat akan membentuk karakter yang khas bagi formasi-formasi vegetasi di muka bumi. Kekhasan jenis-jenis vegetasi, dapat mengakibatkan adanya hewan-hewan yang khas pada lingkungan vegetasi tertentu, karena tunbuh-tumbuhan merupakan produsen yang menyediakan makanan bagi hewan. Misalnya, di daerah padanh rumput akan terdapat hewan khas seperti kijang, biri-biri, dan sapi, sedangkan hewan pemangsanya adalah singa dan harimau.
5)      Intensitas cahaya
Intensitas cahaya adalah hal yang paling penting. Semakin banyak intensitas cahaya dalam suatu lingkungan, maka pesebaran organisme pun akan lebih padat.
b.      Relief (Bentuk Permukaan Bumi)
Bentuk bumi yang tidak rata juga menyebabkan pesebaran makhluk hidup. Bentuk bumi yang berbeda – beda menyebabkan suatu daerah dengan daerah yang lain memiliki intensitas cahaya yang berbeda – beda. Jika suatu daerah lebih banyak mendapat penyinaran matahari makan daerah itu padat akan vegetasi. Selain itu juga didukung dengan keadaan tanah, air dan suhu.
c.       Kondisi Tanah
Hal ini paling berpengaruh bagi tumbuhan. Karena, jika suatu wilayah mempunyai kondisi tanah yang baik maka tumbuhan pun dapat dengan mudah tumbuh disana. Baik atau tidaknya kondisi tanah dipengaruhi oleh butiran tanah, mineral, humus, sirkulasi udara dan air tanah.
2.      Faktor Biotik
Merupakan komponen dalam alam semesta yang hidup, misalnya manusia, hewan, tumbuhan, jamur, bakteri, dll. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer.
Faktor biotik juga meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Tingkatan-tingkatan organisme makhluk hidup tersebut dalam ekosistem akan saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistem yang menunjukkan kesatuan. Tingkatan organisasi makhluk sebagai berikut :
a.       Individu
Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia. Dalam mempertahankan hidup, setiap jenis dihadapkan pada masalah-masalah hidup yang kritis. Misalnya, seekor hewan harus mendapatkan makanan, mempertahankan diri terhadap musuh alaminya, serta memelihara anaknya. Untuk mengatasi masalah tersebut, organisme harus memiliki struktur khusus seperti : duri, sayap, kantung, atau tanduk. Hewan juga memperlihatkan tingkah laku tertentu, seperti membuat sarang atau melakukan migrasi yang jauh untuk mencari makanan. Struktur dan tingkah laku demikian disebut adaptasi.
1)      Adaptasi morfologi
Penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya.
2)      Adaptasi fsiologi
Penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya.
3)      Adaptasi tingkah laku
Adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku.
b.      Populasi
Kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu disebut populasi. Ukuran populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi ini disebut dinamika populasi.
Dinamika populasi dapat juga disebabkan imigrasi dan emigrasi. Hal ini khusus untuk organisme yang dapat bergerak, misalnya hewan dan manusia. Imigrasi adalah perpindahan satu atau lebih organisme ke daerah lain atau peristiwa didatanginya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme di daerah yang didatangi sudah terdapat kelompok dari jenisnya. Imigrasi ini akan meningkatkan populasi.
Emigrasi adalah peristiwa ditinggalkannya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme, sehingga populasi akan menurun. Secara garis besar, imigrasi dan natalitas akan meningkatkan jumlah populasi, sedangkan mortalitas dan emigrasi akan menurunkan jumlah populasi. Populasi hewan atau tumbuhan dapat berubah, namun perubahan tidak selalu menyolok. Pertambahan atau penurunan populasi dapat menyolok bila ada gangguan drastis dari lingkungannya, misalnya adanya penyakit, bencana alam, dan wabah hama.
c.       Komunitas
Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.
Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya.
d.      Ekosistem
Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai (mikroorganisme).

B.     Pembagian Wilayah Berdasarkan iklim
Garis lintang adalah garis maya yang dipakai untuk menentukan sebuah lokasi di bumi yang berpusat pada garis khatulistiwa (utara dan selatan). Garis lintang akan melingkari bumi dari bagian ekuator sampai ke bagian kutub utara dan ke bagian kutub selatan. Garis yang berada di sebelah utara ekuator disebut dengan Lintang Utara (LU), sedangkan pada garis yang berada di sebelah selatan ekuator disebut dengan Lintang Selatan (LS). Jarak antara garis yang satu dengan lainnya dihitung dalam satuan derajat. Karena garis ekuator (khatulistiwa) dipakai untuk patokan, maka garis ekuator atau khatulistiwa berada pada titik nol derajat. Makin ke utara atau makin ke selatan dari garis khatulistiwa maka angka derajat akan semakin besar sampai mencapai angka 90 derajat tepat di kutub utara atau di kutub selatan. Dalam ilmu geografi, satuan derajat juga dapat disebut sebagai jam. 1 jam terbagi menjadi 60 menit (diberi simbol ‘) dan satu menit terbagi menjadi 60 detik (diberi simbol “). Maka, garis lintang sebuah lokasi bisa juga disebut dengan jam.
Sebagai contoh sebuah lokasi mempunyai garis intang 57º 27’ 14” LS, maka bisa dibaca sebagai 57 jam 27 menit 14 detik lintang selatan. Di sebelah utara, lintang akan bernilai positif, sedangkan di sebelah selatan, lintang akan bernilai negatif. Beberapa garis lintang yang dianggap penting yaitu Garis Balik Utara (23°27′ LU), Garis Balik Selatan (23°27′ LS), Lingkar Arktik (66°33′ LU), dan Lingkar Antartik (66°33′ LS). Pertemuan antara dua titik balik matahari tersebut membuat matahari tepat pada posisi zenith. Sedangkan pada lingkar arktik atau antartik, kutub utara atau kutub selatan akan mengalami suatu peristiwa yang disebut matahari tengah malam. Yang dimaksud dengan matahari tengah malam yaitu ketika satu hari matahari akan terus bersinar atau dalam satu hari matahari sama sekali tidak nampak, baik di kutub utara atau di kutub selatan.
Dalam keberadaannya, garis lintang mempunyai 2 fungsi utama, yakni sebagai berikut :
·         Bersama dengan garis bujur, garis lintang bermanfaat untuk menentukan suatu lokasi. Dalam penentuannya, garis lintang dilambangkan sebagai sumbu x sedangkan pada garis bujur dilambangkan sebagai sumbu y di dalam sistem koordinat. Contohnya penentuan lokasi kombinasi antara garis lintang dan daris bujur adalah lokasi Sabang di pulau We berada pada koordinat 6oLU 95o BT serta lokasi kota Merauke di Papua mempunyai koordinat 11oLS dan 141oBT. Titik koordinat tersebut sangat penting dalam penentuan sebuah sistem navigasi di dunia penerbangan maupun pelayaran.
·         Garis lintang dipakai sebagai acuan untuk menentukan perbedaan zona iklim di bumi. Dengan memakai bantuan garis lintang, bisa diketahui iklim yang berada di belahan negara tertentu beriklim tropis atau sub-tropis.

1.      Pembagian Iklim Berdasarkan Garis Lintang
Salah satu fungsi garis lintang merupakan untuk menentukan pembagian iklim di bumi. Pembagian iklim di bumi yang memanfaatkan garis lintang ialah klasifikasi iklim matahari.
Pembagian iklim matahari dilakukan dengan dasar pada banyak atau sedikitnya sinar matahari atau dapat juga berdasarkan letak dan kedudukan matahari terhadap permukaan bumi. Dalam kurun waktu setahun, matahari bisa mengalami 4 macam kedudukan, yaitu:
·    Pada tanggal 21 Maret, matahari akan beredar pada garis khatulistiwa. Pada masa ini matahari akan berada pada garis lintang 0º.
·       Pada tanggal 21 Juni, matahari akan beredar pada garis balik utara. Pada masa ini matahari akan berada pada posisi 23,5º LU.
·    Pada tanggal 23 September, matahari akan beredar pada garis khatulistiwa. Sama halnya dengan pada tanggal 21 Maret, matahari akan berada pada garis lintang 0º.
·      Pada tanggal 22 Desember, matahari akan beredar pada garis balik selatan. Pada masa ini, matahari akan berada pada posisi 23,5º LS.
Berdasarkan pada garis lintang, pembagian iklim matahari dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
a.       Iklim Tropis
Daerah beriklim tropis mempunyai posisi lintang pada 0° – 23½° LU dan 0° – 23½° LS. Daerah yang beriklim tropis mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
·         Suhu udara relatif tinggi karena matahari selalu pada posisi vertikal dengan wilayah tersebut. Suhu udara berkisar antara 20 sampai dengan 23 derajat celcius, bahkan di beberapa tempat bisa mencapai 30 derajat celcius.
·      Amplitudo suhu rata-rata tahunannya relatif kecil, di khatulistiwa berkisar antara 1° sampai 5° C. Untuk amplitudo hariannya relatif besar.
·    Tekanan udara rendah dan mengalami suatu perubahan secara teratur dan perlahan.
·   Mempunyai curah hujan yang relatif banyak jika dibandingkan dengan negara lain.
Contohnya negara-negara yang berada pada kisaran garis lintang seperti  Indonesia, Malaysia, Thailand.
b.      Iklim Subtropis
Daerah iklim subtropis mempunyai letak garis lintang pada 23½° sampai 40° LU dan 23½° sampai 40° LS. Ciri-ciri daerah beriklim subtropis yaitu sebagai berikut :
·  Merupakan daerah peralihan dari wilayah tropis dan wilayah beriklim sedang.
·      Daerah ini mempunyai 4 macam musim yakni musim semi, musim panas, musim gugur, dan musin dingin. Di daerah ini, musim panas tidak terlalu panas dan musim dingin tidak terlalu dingin.
·     Sepanjang tahun, suhu udara tidak ekstrim, artinya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
·         Pada daerah iklim subtropis yang mengalami hujan pada musim dingin dan pada musim panas mempunyai udara yang kering maka daerah tersebut mempunyai iklim Mediterania.
·     Bila hujan terjadi pada musim panas dan pada musim dingin udara relatif kering maka daerah tersebut disebut mempunyai iklim Tiongkok.
c.       Iklim Sedang
Daerah beriklim sedang mempunyai lokasi dengan garis lintang 40° sampai 66½° LU dan 40° sampai 66½° LS. Wilayah dengan iklim sedangmempunyai ciri-ciri yaitu sebagai berikut :
·   Mempunyai banyak gerakan udara siklonal. Tekanan udara sering mengalami perubahan, arah angin bertiup tidak menentu, dan juga sering terjadi badai.
·         Amplitudo suhu hariannya lebih besar jika dibandingkan dengan amplitudo suhu tahunan (berkebalikan dengan amplitudo daerah iklim tropis).
d.      Iklim Dingin
Daerah yang termasuk ke dalam lingkup iklim dingin yaitu wilayah kutub, karena itu wilayah ini juga sering disebut dengan iklim kutub. Iklim dingin terbagi menjadi dua iklim yakni iklim tundra dan iklim es.
1)      Wilayah yang beriklim tundra mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
·         Musim dingin berlangsung dalam kurun waktu yang relatif lama.
·    Musim panas ditandai dengan udara yang sejuk berlangsung dalam kurun waktu yang singkat.
·         Udara di wilayah ini kering.
·         Sepanjang tahun tanah akan mengalami suatu pembekuan.
·         Sepanjang musim dingin, tanah akan tertutupi dengan es dan salju.
·     Pada musim panas akan terbentuk rawa yang luas karena es dan salju mengalami suatu pencairan di permukaan tanah.
·     Di wilayah ini banyak ditemukan vegetasi berupa lumut-lumutan dan semak-semak.
Wilayah yang termasuk ke dalam iklim tundra ini meliputi wilayah Amerika utara, pulau-pulau di utara Kanada, pantai selatan Greenland, dan pantai utara Siberia.
2)      Wilayah yang beriklim es mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
·         Suhu udara terus berada pada kisaran yang rendah sehingga tercipta salju abadi.
·         Kutub utara, Greenland, dan kutub selatan adalah wilayah yang memiliki iklim es.

C.   Pembagian Wilayah Untuk Penyebaran Binatang
1.      Wilayah Persebaran Fauna Di Dunia Menurut Alfred Russell Wallace
Wilayah persebaran fauna pertama kali diperkenalkan oleh Sclater (1858) dan kemudian dikembangkan oleh Huxley (1868) dan Wallace (1876). Ada beberapa faktor alam yang mempengaruhi persebaran fauna di dunia yang bersifat menghambat, yaitu faktor-faktor fisik yang berhubungan dengan keadaan di bumi, misalnya perairan (sungai, danau, laut), daratan (gunung, lembah, jurang, padang pasir, dll), iklim (suhu, tekanan udara, kelembaban, dll).
Perbedaan zona persebaran spesies nampak nyata ketika para penjelajah menemukan negeri baru pada pertengahan abad delapan belas, George Leclerc, Compte de Buffon (1707-1788) melakukan penelitian yang kemudian dikenal sebagai sebagai mamalia tropis Dunia Lama (Afrika) dan Dunia Baru (Amerika Selatan). Hingga pertengahan abad kesembilan belas, mulai disadari bahwa permukaan bumi dibagi kedalam zona-zona geografi hewan tumbuhan, tiap zona memiliki kelompok binatang dan kelompok tumbuhan yang berbeda.
Ahli geografi hewan  tumbuhan dan peneliti alam yang terkenal dari Inggris ’’Alfred Russel Wallace” memperkenalkan dua pembagian dasar zona fauna/mamalia yang ada di dunia yaitu, Dunia lama (Creatio Palaeogea) dan Dunia Baru (Creatio Neogaena). Yang termasuk kedalam Dunia Lama (Palaeogae) adalah : zona palaeartik, ethiopian, oriental, dan australian. Sedangkan yang termasuk kedalam Dunia Baru (Creatio Neogaena) adalah : zona neotropis dan neartik. Dunia lama dibagi kedalam Eropa dan Asia sebelah utara, Afrika sebelah selatan Gurun Sahara, India dan Asia Tenggara, serta Australia dan Papua Nugini. Dunia baru dibagi kedalam Amerika Utara dan Amerika Selatan. Wallace mengidentifikasi tiap zona terdiri dari 4 sub-zona.
Dari enam zona fauna yang digambarkan oleh wallace, zona Palaeartik dan Eurasian adalah yang paling luas. Hal itu termasuk Eropa, Afrika bagian utara, Timur dekat, dan sebagian besar Asia (tidak termasuk sub benua India dan Asia Tenggara). Fauna mamaliana cukup kaya dengan sekitar 40 famili.

a.       Pembagian Zona Mamalia pada Dunia Lama (Palaeogaea)
1)      Zona Palaertik
Ø  Wilayah paleatrik
·         Mencakup Eropa dan Asia bagian utara.
·         Memiliki 28 famili kondata dan yang 9 tersebar di mana-mana.
·   Faunanya adalah beberapa reptile, domba, kambing, bison, ikan salmon, dan ikan forel.
Wilayah persebarannya sangat luas meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Sovyet, daerah dekat Kutub Utara sampai Pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa Barat sampai Jepang, Selat Bering di pantai Pasifik, dan benua Afrika paling Utara. Kondisi lingkungan wilayah ini bervariasi, baik perbedaan suhu, curah hujan maupun kondisi permukaan tanahnya, menyebabkan jenis faunanya juga bervariasi. Beberapa jenis fauna Paleartik yang tetap bertahan di lingkungan aslinya yaitu Panda di Cina, unta di Afrika Utara, binatang kutub seperti rusa Kutub, kucing Kutub, dan beruang Kutub. Binatang-binatang yang berasal dari wilayah ini antara lain kelinci, sejenis tikus, berbagai spesies anjing, kelelawar. Bajing, dan kijang telah menyebar ke wilayah lainnya.
Beberapa jenis fauna yang hidup jenis fauna yang hidup di wilayah Paleartik antara lain :
·         Fauna khas seperti tikus, bison, landak dan menjangan kutub.
·   Fauna yang terbatas penyebarannya seperti unta, rusa kutub dan beruang kutub.
·       Beberapa jenis reptil yang berhubungan dengan fauna Ethiopian dan Oriental.
·     Fauna endemik yang hanya terdapat di daerah Cina, yaitu beruang Panda.
2)      Zona Etiophian
Ø  Wilayah Ethiopian
·       Meliputi sebagai besar wilayah tropik, Afrika bagian selatan Sahara, dan Arabia Selatan.
·      Memiliki fauna yang beraneka di antara semua kerajaan, walaupun tidak memiliki tikus mondok, berang-berang, beruang dan rusa.
·       Banyak kesamaan dengan wilayah oriental, misalnya antelope, tapir, badak, kera, dan burung enggang.
·  Kuda nilardvarik, burung unta, dan kelompok penguggis serta pemakan serangga.
Wilayah fauna Ethiopian meliputi seluruh daratan benua Afrika, Madagaskar dan daratan Arab bagian selatan. Keadaan lingkungan wilayah Ethiopian relatif seragam. Di bagian utara wilayah Ethiopian terdapat Gurun Sahara yang merupakan padang pasir terluas di dunia. Gurun ini menjadi barier atau pembatas antara wilayah Ethipian dengan wilayah Paleartik. Wilayah persebarannya meliputi benua Afrika, dari sebelah Selatan Gurun Sahara, Madagaskar dan Selatan Saudi Arabia.Hewan yang khas daerah ini adalah: gajah Afrika, badak Afrika, gorila, baboon, simpanse, jerapah. Mamalia padang rumput seperti zebra, antilope, kijang, singa, jerapah, harimau, dan mamalia pemakan serangga yaitu trengiling. Mamalia endemik di wilayah ini adalah Kuda Nil yang hanya terdapat di Sungai Nil, Mesir. Namun di Madagaskar juga terdapat kuda Nil namun lebih kecil. Menurut sejarah pulau Madagaskar pernah bersatu dengan Afrika. Wilayah Ethiopian juga memiliki hewan yang hampir sama dengan di wilayah Oriental seperti: golongan kucing, bajing, tikus, babi hutan, kelelawar, dan anjing.
Wilayah Ethiopian memiliki kurang lebih 160 vertebrata darat, dan memiliki beberapa fauna khas.
·      Fauna khas di wilayah daratan Afrika misalnya gajah, singa, cheetah, hyena, jerapah, zebra, unta dan badak afrika.
·         Fauna yang mirip dengan daerah Oriental adalah jenis kucing dan anjing, lemur, baboon, gorila dan simpanse.
·  Fauna khas pulau Madagaskar misalnya kuda nil kecil (Pygmyhippopotamus) dan beberapa burung endemik seperti burung gajah besar.
3)      Zona Oriental
Ø  Wilayah oriental
·         Meliputi wilayah Asia dan Asia Tenggara.
·  Mempunyai ciri bentuk-bentuk tropik yang ada di daerah Semenanjung dan pulau-pulau.Kedudukan tropik memberinya pertalian dengan wilayah Ethiopia dan Himalaya, membentuk batas tajam yang melindungi banyak daerah di utaranya.
·        Fauna meliputi satu spesies gajah, badak, beberapa spesies rusa, dan antelope, burung kus-kus, burung enggang, harimau, aneka ragam kadal, serta ular. Tiga spesies tikus, kesturi, gibbon, orang utan, tapir, dan kera.
Fauna di wilayah ini tersebar di kawasan Asia terutama Asia Selatan dan Asia tenggara. Fauna Indonesia yang masuk wilayah ini hanya di Indonesia bagian Barat. Hewan yang khas wilayah ini adalah harimau, orang utan, gibbon, rusa, banteng, dan badak bercula satu. Hewan lainnya adalah badak bercula dua, gajah, beruang, antilop berbagai jenis reptil, dan ikan. Adanya jenis hewan yang hampir sama dengan wilayah Ethiopian antara lain kucing, anjing, monyet, gajah, badak, dan harimau, menunjukkan bahwa Asia Selatan dan Asia Tenggara pernah menjadi satu daratan dengan Afrika.Wilayah fauna Oriental meliputi Benua Asia beserta pulau-pulau disekitarnya meliputi Srilangka, Filipina dan wilayah fauna Indonesia bagian barat dan tengah yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi. Kondisi lingkungan fisik wilayah Oriental cukup bervariasi, sebagian besar beriklim tropis sehingga banyak terdapat hutan tropis yang kaya akan flora dan fauna.
Beberapa fauna khas yang hidup di wilayah Oriental antara lain : Harimau, gajah, siamang, orang hutan, bekantan, monyet, badak bercula satu, menjangan, antelop, tapir, babi rusa.
Terdapat beberapa fauna endemik yang hanya hidup di daerah tertentu, misalnya anoa di Sulawesi dan komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya
4)      Zona Australian
Ø  Wilayah Australis
·         Memiliki fauna di Australia.
·         Memiliki beberapa mamalia berplasenta dan khas.
·     Selandia Baru memiliki sedikit fauna, yaitu kelelawar dan burung berjalan, reptile-reptil seperti tokek dan sphenodon.
·     Fauna lainnya adalah binatang berkantung, kiwi, kasuari, dan emu (sejenis burung unta).
Wilayah ini mencakup kawasan Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, dan pulau-pulau sekitarnya. Beberapa hewan khas wilayah ini adalah kanguru, kiwi, koala, cocor bebek (sejenis mamalia bertelur). Terdapat beberapa jenis burung yang khas wilayah ini seperti burung cendrawasih, burung kasuari, burung kakaktua, dan betet. Kelompok reptil antara lain buaya, kura-kura, ular pitoon. Wilayah persebaran fauna Australis sebagian besar kondisi lingkungannya tropis dan sebagian lagi beriklim sedang. Kondisi lingkungan di wilayah Australia yang cukup mencolok disebabkan oleh letaknya yang terpisah jauh dari benua lainnya. Wilayah persebaran fauan Australis meliputi :
·         Benua Australia
·         Selandia Baru
·         Papua
·         Maluku dan pulau-pulau kecil di sekitarnya
·    Kepulauan-kepulauan di samudera pasifik di sebeleh selatan garis katulistiwa
b.      Pembagian Zona Mamalia pada Dunia Baru (Neogaea)
1)      Zona Neotropis
Ø  Wilayah neotropis
·         Meliputi Amerika Selatan adalah wilayah tropik dan memiliki famili hewan mamalia eksklusif dan jumlah besar.
·         Setengah dari 32 famili hewan berkantung.
·         Fauna lainnya yaitu kera, burung dan pengunggis yang khas, armadillo dan sloth (sejenis kukang), beruang berbintik, rusa dan tapir.
Wilayah persebarannya meliputi Amerika Tengah, Amerika .Selatan, dan sebagian besar Meksiko. Iklim di wilayah ini sebagian besar beriklim tropik dan bagian Selatan beriklim sedang. Hewan endemiknya adalah ikan Piranha dan Belut listrik di Sungai Amazone, Lama (sejenis unta) di padang pasir Atacama (Peru), tapir, dan kera hidung merah. Wilayah Neotropikal sangat terkenal sebagai wilayah fauna Vertebrata karena jenisnya yang sangat beranekaragam dan spesifik, seperti beberapa spesies monyet, trenggiling, beberapa jenis reptil seperti buaya, ular, kadal, beberapa spesies burung, dan ada sejenis kelelawar penghisap darah.
Wilayah fauna Neotropik tersebar dari Meksiko bagian selatan sampai Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Kondisi wilayah Neotropik sebagian besar beriklim tropis dan di Amerika Sealatan lebih banyak yang beriklim sedang.
Beberapa jenis fauna khas yang hidup di wilayah fauna ini antara lain : Kukang, armadillo, alpaka, kelelawar penghisap darah, orang hutan, siamang, trenggiling, menjangan, sejenis babi, kuda, kera dan tapir (berbeda dengan tapir Asia terutama pada punggungnya.
2)      Zona Neartik
Ø  Wilayah neartik
·         Meliputi Amerika Utara dan Grenland
·         Banyak kesamaan dengan paleatik, keduanya pernah bergabung pada zaman tersier dan plestosen. Misalnya, fauna jenis bison, ikan salmon, dan ikan forel.
·         Faunanya memiliki beberapa bentuk yang khas, musang berkantung, tikus berkantung, reptile, kalkun liar, jenis beruang, bebek, dan angsa.
Wilayah persebarannya meliputi kawasan Amerika Serikat, Amerika Utara dekat Kutub Utara, dan Greenland. Hewan khas daerah ini adalah ayam kalkun liar, tikus berkantung di Gurun Pasifik Timur, bison, muskox, caribau, domba gunung. Di daerah ini juga terdapat beberapa jenis hewan yang ada di wilayah Palearktik seperti: kelinci, kelelawar, anjing, kucing, dan bajing.
Wilayah fauna Neartik terdapat dibelahan bumi utara tepatnya di wilayah benua Amerika bagian utara dan seluruh wilayah Greenland. Pada wilayah persebaran ini terdapat beberapa bioma yang mendominasi kawasannya, antara lain :
·        Amerika Utara bagian timur banyak ditumbuhi oleh vegetasi hutan gugur.
·         Amerika Utara bagian tengah terdiri atas bioma padang rumput
·   Amerika Utara bagian utara didominasi oleh bioma taiga yang memiliki hutan konifer yang sangat luas.
·   Lingkungan fisik wilayah Greenland tertutup oleh salju dengan ketebalan yang sulit ditentukan
Beberapa jenis fauna khas di wilayah Neartik antara lain : Antelop bertanduk cabang tiga, prairie dog sejenis tupai dari Amerika Utara, kolkum (kalkun), burung biru, salamander, bison, karibou, mockingbird dan muskox.

Sumber :
https://plus.google.com/104223022162204888644/posts/aQ4nvYPoy46
https://aqieb.com/persebaran-fauna-di-dunia/
http://www.artikelsiana.com/2015/08/faktor-faktor-mempengaruhi-persebaran-fauna-flora.html
http://www.materisma.com/2014/04/persebaran-keanekaragaman-hayati.html
http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/garis-lintang

http://www.sridianti.com/klasifikasi-iklim-menurut-junghuhn.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar