Ilmu Budaya Dasar
Hubungan Manusia dan Keadilan
Nurul Fitriyah
18516046
1PA18
Universitas Gunadarma
Fakultas Psikologi
Bekasi
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pada umumnya, manusia mendambakan adanya sesuatu yang adil dalam
kehidupannya. Baik adil secara individual maupun secara social. Rata-rata
manusia mendambakan suatu keadilan secara berlebihan. Buktinya ketika seseorang
telah mendapatkan bagian dari haknya, mereka masih berusaha untuk yang lebih
dari yang mereka dapatkan.
Faktanya orang yang duduk digedung pemerintahan kebanyakan mereka
mengambil bagian orang lain yang bukan menjadi haknnya (korupsi). Ini
jelas-jelas telah mencerminkan suatu sikap yang tidak adil.
Keadilan merupakan sesuatu yang kerap terdengar di telinga kita.
Seorang penguasa negara, pemerintah, dan masyarakat pada umumnya, semuanya
menyerukan dan menginginkan suatu keadilan. Tidak hanya itu, bahkan mereka juga
dituntut untuk menegakkan suatu keadilan.
Pada dasarnya keadilan itu adalah suatu keselarasan dan
keharmonisan antara hak dan kewajiban. Yang mana orang dikatakan berbuat adil
ketika ia benar-benar telah melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan sesuai
dengan apa yang dibebankan, dan kemudian baru orang itu bersedia menerima apa
yang sudah menjadi haknya. Oleh karena itu keduanya tidak dapat dipisahkan.
Jika orang hanya menuntut haknya saja, maka dapat dikatakan ia telah
memperbudak orang lain. Begitu juga sebaliknya, jika ia melaksanakan
kewajibannya semata, dan tidak mau menerima haknya, maka ia telah siap
diperbudak orang lain.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Pengertian
keadilan.
2.
Macam
Keadilan.
3.
Pengertian
Kejujuran.
4.
Pengertian
Kecurangan.
5.
Alasan
Manusia Melakukan Kecurangan.
6.
Hubungan
Manusia dengan Keadilan.
7.
Contoh
Kasus Hubungan Manusia dan Keadilan
C.
Tujuan
Pembuatan
1.
Mengetahui
dan memahami pengertian serta macam keadilan itu sendiri.
2.
Mengetahui
dan memahami kejujuran serta kecurangan.
3.
Mengetahui
alasan dan hubungan yang ada antara manusia dengan keadilan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Keadilan
Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbangantara hak dan
kewajiban. Jika kita mengakui hak hidup kita, maka sebaliknya kita wajib
mempertahankan hak hidup dengan bekerja keras tanpa merugikan orang lain. Hal
ini disebabkan karena orang lain mempunyai hak hidup seperti kita. Jika kita
mengakui hak hidup orang lain, kita wajib memberikan kesempatan pada orang lain
itu untuk mempertahankan hak hidup mereka sendiri. Jadi keadilan pada pokoknya
terletak pada keseimbangan atau keharmonisan antara menuntut hak, dan
menjalankan kewajiban.
Jika kata adil di telaah dalam Al-Qur’an, keadilan berasal dari
akar kata ‘adl, itu, yaitu sesuatu yang benar, sikap tidak memihak, penjagaan
hak-hak seseorang dan cara yang tepat dalam mengambil keputusan(“hendaknya
kalian menghukumi atau mengambil keputusan atas dasar keadilan).
B.
Macam
Keadilan
1.
Keadilan
Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani
umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu
masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat
dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut
keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
2.
Keadilan
Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang
sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama
(justice is done when equals are treated equally).
3.
Komutatif
Keadilan
ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi
Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban
dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak
adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
C.
Pengertian
Kejujuran
Kejujuran adalah bagian dari harga diri yang harus dijaga
karena bernilai tinggi. Kejujuran diikat
dengan hati nurani manusia, dan keduanya itu merupakan anugerah dari Allah Swt.
Kejujuran merupakan sifat manusia sejak awal tetapi untuk digunakan atau tidak
suatu kejujuran itu kembali ke pribadi itu sendiri.
Dengan kejujuran sebagai hasilnya manusia meliki kepercayaan dan
harga diri yang tinggi. Dengan kita bicara jujur manusia mendapat kepercayaan
dari orang-orang disekitar serta dinilai baik dimata Tuhan
Ø Hal” yang dapat menghilangkan kejujuran :
·
Bohong,
·
Mencuri,
·
Manipulasi,
·
Inkar
janji.
D.
Pengertian
Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak
jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau
kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau,
orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh
keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha.
Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun
kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling
hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita.
E.
Alasan
Manusia Melakukan Kecurangan
1.
Greed
(keserakahan)
Sifat
serakah terkadang sudah ada memang ada di dalam diri orang itu sejak lama,
tetapi ada yang beru muncul setelah mendapatkan jabatan tinggi atau setelah
merasakan memiliki keuangan yang berlebih sehingga merasa kehidupan enak lalu
merasa “keinginan” harus di penuhi dengan cara apapun.
2.
Opportunity
(kesempatan)
Kesempatan
bisa menjadikan seseorang yang tadinya tidak pernah berfikir untuk melakukan
kejahatan menjadi memiliki keinginan untuk melakukan kejahatan atau ketidak
adilan untuk orang lain. Maka dari itu kita jangan pernah memberikan kesempatan
untuk orang sehingga bisa membuat orang menjadi melakukan ketidak aadilan
kepaada kita.
3.
Need
(kebutuhan)
Kebutuhan
bisa menjadikan seseorang untuk melakukan kejahatan untuk memenuhi
kebutuhannya, terkadang kebutuhan itu memang benar-benar kebutuhan atau
terkadang keinginan yang dianggap sebagai kebutuhan.
4.
Exposure
(pengungkapan)
Saat
seseorang sudah di angkapkan sebagai seseorang yang sudah melakukan ketidak
adilan kepada orang lain itu bisa membuat orang yang sebenarnya tidak melakukan
menjadi berfikir untuk melakukan saja.
F.
Hubungan
Manusia dan Keadilan
Hubungan antara dan manusia sangatlah erat. Manusia selalu
menginginkan untuk mendapatkan keadilan. Tetapi terkadang manusia tidak bisa
melakukan keadilan itu sendiri. Keadilan dapat terwujud jika manusia dapatt
memenuhi hak dan kewajibannya secara seimbang, dapat menentukan mana kebutuhan
dan keinginan, dapat menghargai dan memenuhi hak orang lain dan masih banyak
lagi.
Tidak mudah untuk mendapatkan dan menciptakan keadilan saat manusia
sudah merasa memberikan keadilan tetapi orang lain tidak merasa keadilan itu
sudah ada, saat orang lain sudah mendapatkan keadilan itu terkadang kitalah yang
merasa semua itu tidak adil. Karena ukuran keadilan untuk setiap orang
memanglah berbeda.
G.
Contoh
Kasus Hubungan Manusia dan Keadilan
1.
Ketidak
adilan Orang Tua
Saat ini banyak
anak yang merasa orang tuanya tidak adil dengan lebih menyayangi salah satu
anaknya dengan lebih. Akhirnya anak yang merasa orang tuanya pilih kasih akan
merasa tidak disayangi, ini adalah ketidak adilan
2.
Ketidak
adilan Pengendara
Banyak orang
yang melakukan ketidak adilan kepada orang lain saat berkendara di jalan raya
dengan mengambil jalanan milik orang lain, menerobos lampu merah yang bdapat
menyebabkan kecelakaan untuk orang lain, dengan berkendara sambil menggunakan
handphone.
3.
Ketidak
adilan Pemerintah
Banyak yang melakukan korupsi di Negara
ini sekarang, tetapi para koruptor tersebut banyak yang mendapatka hukuman yang
setimpal walau sudah banyak merugikan Negara khususnya masyarakat.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Manusia adalah makhluk yang diciptakan dalam bentuk yang
sebaik-baiknya dan dalam bentuk yang berpasang pasangan. Dimana manusia ada
yang baik juga ada yang jelek, ada yang pandai juga ada yang bodoh , dll. Ini
semua merupakan suatu konsep keadilan yang hakiki secara kodrat tuhan. Keadilan
menurut para pandangan tokoh yaitu keadilan yang sama rata sama rasa dan
terpenuhinya semua hak-hak dan kewajiban manusia.
Hubungannya dengan manusia adalah hubungan yang sangat erat sekali
yang tidak dapat dipisahkan dengan apa pun. Manusia tanpa keadilan maka
kehidupannya tidak akan tentram. Karena unsur pertama dari kehidupan adalah keadilan.
Karena keadilan memberikan suatu perdamaian dan persatuan dikalangan manusia.
B.
Penutup
Keadilan merupakan kata kunci yang menentukan selamat atau tidaknya
manusia dimuka bumi ini. Keadilan sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia,
karena tanpa keadilan mustahil perdamaian akan tercipta. Keadilan erat kaitanya
dengan kejujuran, karena kejujuran melahirkan keadilan. Keadilan dan ketidak
adilan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Daftar Pustaka
http://anamalabinsamudi.blogspot.co.id/2015/04/makalah-manusia-dan-keadilan.html
http://ti-cenatcenut.blogspot.co.id/2012/06/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_01.html
https://10menit.wordpress.com/tugas-kuliah/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-keadilan-bab7/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar