Minggu, 13 November 2016

Hubungan Manusia Dan Keadilan

Ilmu Budaya  Dasar
Hubungan Manusia dan Keadilan
Nurul Fitriyah
18516046
1PA18


Universitas Gunadarma
Fakultas Psikologi
Bekasi
2016








BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pada umumnya, manusia mendambakan adanya sesuatu yang adil dalam kehidupannya. Baik adil secara individual maupun secara social. Rata-rata manusia mendambakan suatu keadilan secara berlebihan. Buktinya ketika seseorang telah mendapatkan bagian dari haknya, mereka masih berusaha untuk yang lebih dari yang mereka dapatkan.
Faktanya orang yang duduk digedung pemerintahan kebanyakan mereka mengambil bagian orang lain yang bukan menjadi haknnya (korupsi). Ini jelas-jelas telah mencerminkan suatu sikap yang tidak adil.
Keadilan merupakan sesuatu yang kerap terdengar di telinga kita. Seorang penguasa negara, pemerintah, dan masyarakat pada umumnya, semuanya menyerukan dan menginginkan suatu keadilan. Tidak hanya itu, bahkan mereka juga dituntut untuk menegakkan suatu keadilan.
Pada dasarnya keadilan itu adalah suatu keselarasan dan keharmonisan antara hak dan kewajiban. Yang mana orang dikatakan berbuat adil ketika ia benar-benar telah melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan sesuai dengan apa yang dibebankan, dan kemudian baru orang itu bersedia menerima apa yang sudah menjadi haknya. Oleh karena itu keduanya tidak dapat dipisahkan. Jika orang hanya menuntut haknya saja, maka dapat dikatakan ia telah memperbudak orang lain. Begitu juga sebaliknya, jika ia melaksanakan kewajibannya semata, dan tidak mau menerima haknya, maka ia telah siap diperbudak orang lain.

B.     Rumusan Masalah
1.      Pengertian keadilan.
2.      Macam Keadilan.
3.      Pengertian Kejujuran.
4.      Pengertian Kecurangan.
5.      Alasan Manusia Melakukan Kecurangan.
6.      Hubungan Manusia dengan Keadilan.
7.      Contoh Kasus Hubungan Manusia dan Keadilan

C.     Tujuan Pembuatan
1.      Mengetahui dan memahami pengertian serta macam keadilan itu sendiri.
2.      Mengetahui dan memahami kejujuran serta kecurangan.
3.      Mengetahui alasan dan hubungan yang ada antara manusia dengan keadilan.








BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Keadilan
Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbangantara hak dan kewajiban. Jika kita mengakui hak hidup kita, maka sebaliknya kita wajib mempertahankan hak hidup dengan bekerja keras tanpa merugikan orang lain. Hal ini disebabkan karena orang lain mempunyai hak hidup seperti kita. Jika kita mengakui hak hidup orang lain, kita wajib memberikan kesempatan pada orang lain itu untuk mempertahankan hak hidup mereka sendiri. Jadi keadilan pada pokoknya terletak pada keseimbangan atau keharmonisan antara menuntut hak, dan menjalankan kewajiban.
Jika kata adil di telaah dalam Al-Qur’an, keadilan berasal dari akar kata ‘adl, itu, yaitu sesuatu yang benar, sikap tidak memihak, penjagaan hak-hak seseorang dan cara yang tepat dalam mengambil keputusan(“hendaknya kalian menghukumi atau mengambil keputusan atas dasar keadilan).

B.     Macam Keadilan
1.      Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
2.      Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally).
3.      Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

C.     Pengertian Kejujuran
Kejujuran adalah bagian dari harga diri yang harus dijaga karena  bernilai tinggi. Kejujuran diikat dengan hati nurani manusia, dan keduanya itu merupakan anugerah dari Allah Swt. Kejujuran merupakan sifat manusia sejak awal tetapi untuk digunakan atau tidak suatu kejujuran itu kembali ke pribadi itu sendiri.
Dengan kejujuran sebagai hasilnya manusia meliki kepercayaan dan harga diri yang tinggi. Dengan kita bicara jujur manusia mendapat kepercayaan dari orang-orang disekitar serta dinilai baik dimata Tuhan
Ø  Hal” yang dapat menghilangkan kejujuran :
·         Bohong,
·         Mencuri,
·         Manipulasi,
·         Inkar janji.

D.    Pengertian Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha.
Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita.

E.     Alasan Manusia Melakukan Kecurangan
1.      Greed (keserakahan)
Sifat serakah terkadang sudah ada memang ada di dalam diri orang itu sejak lama, tetapi ada yang beru muncul setelah mendapatkan jabatan tinggi atau setelah merasakan memiliki keuangan yang berlebih sehingga merasa kehidupan enak lalu merasa “keinginan” harus di penuhi dengan cara apapun.
2.      Opportunity (kesempatan)
Kesempatan bisa menjadikan seseorang yang tadinya tidak pernah berfikir untuk melakukan kejahatan menjadi memiliki keinginan untuk melakukan kejahatan atau ketidak adilan untuk orang lain. Maka dari itu kita jangan pernah memberikan kesempatan untuk orang sehingga bisa membuat orang menjadi melakukan ketidak aadilan kepaada kita.
3.      Need (kebutuhan)
Kebutuhan bisa menjadikan seseorang untuk melakukan kejahatan untuk memenuhi kebutuhannya, terkadang kebutuhan itu memang benar-benar kebutuhan atau terkadang keinginan yang dianggap sebagai kebutuhan.
4.      Exposure (pengungkapan)
Saat seseorang sudah di angkapkan sebagai seseorang yang sudah melakukan ketidak adilan kepada orang lain itu bisa membuat orang yang sebenarnya tidak melakukan menjadi berfikir untuk melakukan saja.


F.      Hubungan Manusia dan Keadilan
Hubungan antara dan manusia sangatlah erat. Manusia selalu menginginkan untuk mendapatkan keadilan. Tetapi terkadang manusia tidak bisa melakukan keadilan itu sendiri. Keadilan dapat terwujud jika manusia dapatt memenuhi hak dan kewajibannya secara seimbang, dapat menentukan mana kebutuhan dan keinginan, dapat menghargai dan memenuhi hak orang lain dan masih banyak lagi.
Tidak mudah untuk mendapatkan dan menciptakan keadilan saat manusia sudah merasa memberikan keadilan tetapi orang lain tidak merasa keadilan itu sudah ada, saat orang lain sudah mendapatkan keadilan itu terkadang kitalah yang merasa semua itu tidak adil. Karena ukuran keadilan untuk setiap orang memanglah berbeda.

G.    Contoh Kasus Hubungan Manusia dan Keadilan
1.      Ketidak adilan Orang Tua
Saat ini banyak anak yang merasa orang tuanya tidak adil dengan lebih menyayangi salah satu anaknya dengan lebih. Akhirnya anak yang merasa orang tuanya pilih kasih akan merasa tidak disayangi, ini adalah ketidak adilan
2.      Ketidak adilan Pengendara
Banyak orang yang melakukan ketidak adilan kepada orang lain saat berkendara di jalan raya dengan mengambil jalanan milik orang lain, menerobos lampu merah yang bdapat menyebabkan kecelakaan untuk orang lain, dengan berkendara sambil menggunakan handphone.
3.      Ketidak adilan Pemerintah
Banyak yang melakukan korupsi di Negara ini sekarang, tetapi para koruptor tersebut banyak yang mendapatka hukuman yang setimpal walau sudah banyak merugikan Negara khususnya masyarakat.








BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Manusia adalah makhluk yang diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya dan dalam bentuk yang berpasang pasangan. Dimana manusia ada yang baik juga ada yang jelek, ada yang pandai juga ada yang bodoh , dll. Ini semua merupakan suatu konsep keadilan yang hakiki secara kodrat tuhan. Keadilan menurut para pandangan tokoh yaitu keadilan yang sama rata sama rasa dan terpenuhinya semua hak-hak dan kewajiban manusia.
Hubungannya dengan manusia adalah hubungan yang sangat erat sekali yang tidak dapat dipisahkan dengan apa pun. Manusia tanpa keadilan maka kehidupannya tidak akan tentram. Karena unsur pertama dari kehidupan adalah keadilan. Karena keadilan memberikan suatu perdamaian dan persatuan dikalangan manusia.

B.     Penutup
Keadilan merupakan kata kunci yang menentukan selamat atau tidaknya manusia dimuka bumi ini. Keadilan sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia, karena tanpa keadilan mustahil perdamaian akan tercipta. Keadilan erat kaitanya dengan kejujuran, karena kejujuran melahirkan keadilan. Keadilan dan ketidak adilan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.








Daftar Pustaka

http://anamalabinsamudi.blogspot.co.id/2015/04/makalah-manusia-dan-keadilan.html
http://ti-cenatcenut.blogspot.co.id/2012/06/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_01.html

https://10menit.wordpress.com/tugas-kuliah/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-keadilan-bab7/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar