Rabu, 16 November 2016

Hubungan Manusia dan Kegelisahan

Ilmu Budaya  Dasar
Hubungan Manusia dan Kegelisahan
Nurul Fitriyah
18516046
1PA18




Universitas Gunadarma
Fakultas Psikologi
Bekasi
2016








BAB I
PEMBAHASAN

A.    Latar Belakang
Manusia dalam hidupnya tak lepas dari permasalahan. Manusia dalam hidupnya pasti pernah mengalami kegelisahan. Gelisah tergolong penyakit batin, penyakit ini dapat menyerang siapa saja, dari golongan apa, dan bangsa apapun. Bila dibandingkan dengan rasa takut, daerah operasinya lebih luas. Sebab orang yang pemberani, tak mungkin diserang oleh rasa takut. Atau orang yang mempunyai obat penangkal takut juga tidak akan dijamahnya. Umpama orang yang pernah mengerjakan perbuatan salah sudah pasti tidak akan takut untuk dituntut. Begitu pula seorang yang kaya, pasti tidak akan takut kelaparan, dan sebagainya. Tetapi walaupun benar, kaya, pandai, jujur, dan sebagainya pasti akan dilanda perasaan gelisah.
Kegelisahan merupakan rasa kekhawatiran yang ada dalam diri manusia, rasa ini disebabkan karena kurang tentramnya jiwa seseorang tersebut, atau rasa tidak tenang (tidak sabar) yang menyebabkan rasa gelisah ini muncul. Pada hakekatnya sebab-sebab orang gelisah disebabkan karena rasa takut pada hak-haknya. Namun terlepas dari itu usaha untuk mengatasi kegelisan sangatlah perlu. Yaitu dengan dimulai dari diri kita sendiri, dengan bersikap tenang dan tidak terbawa pengaruh emosi dalam jiwa kita. Karena jiwa kita sendirilah yang dapat kita kontrol untuk terlepas dari rasa kegelisahan.
Kegelisahan yang sering terjadi pada manusia adalah disaat seseorang pernah melakukan sebuah perbuatan buruk. Hal ini lah yang membuat seseorang mengalami kegelisahan. Hatinya tidak tenang, dia merasa cemas. Karena terlalu memikirkan perbuatan buruk yang sudah dilakukannya. Akhirnya orang tersebut terlihat murung, menyendiri dan merasa kesepian dan terasing.

B.     Rumusan Pembahasan
1.      Pengertian Kegelisahan.
2.      Faktor Penyebab Terjadi Kegelisahan.
3.      Cara Mengatasi Kegelisahan.
4.      Hubungan Manusia dan Kegelisahan.
5.      Contoh Kasus Hubungan Manusia dan Kegelisahan.

C.     Tujuan Pembahasan
1.      Mengetahui dan memahami arti, faktor penyebab, cara mengatasi dari kegelisahan.
2.      Mengetahui hubungan serta contoh kasus dari manusia dan kegelisahan. 








BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata “gelisah”. Gelisah artinya rasa yang tidak tentram di hati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas dan sebagainya. Kegelisahan menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, artinya merasa gelisah, khawatir, cemas atau takut dan jijik. Rasa gelisah ini sesuai dengan suatu pendapat yang menyatakan bahwa manusia yang gelisah itu dihantui rasa khawatir atau takut. Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan. Kegelisahan yang cukup lama akan menghilangkan kemampuan untuk merasa bahagia.
Manusia selama ini seringkali tenggelam dalam kegelisahan. Berbagai penyebab kegelisahan telah menyita waktu dan perhatian manusia, dan sayangnya banyak yang tidak menyadari betapa mengganggunya kegelisahan itu. Kegelisahan yang timbul dalam diri kita sebenarnya dibuat oleh kita sendiri, kita ciptakan mereka di dalam pikiran kita melalui ketidakmampuan ataupun kegagalan untuk mengerti bahaya perasaan keakuan dan melalui khayalan yang melambung serta kesalahan dalam menilai setiap kejadian atau benda. Hanya jika kita dapat melihat suatu kejadian atau benda dengan apa adanya, bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang kekal di dunia ini dan bahwa keakuan kita sendiri merupakan khayalan liar yang membawa kekacauan dalam pikiran yang tidak terlatih. Kegelisahan adalah suatu rasa tidak tenteram, tidak tenang, tidak sabar, rasa khawatir/cemas pada manusia. Kegelisahan merupakan gejala universal yang ada pada manusia manapun. Namun kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak – gerik seseorang dalam situasi tertentu. Jadi, kegelisahan merupakan sesuatu yang unik sebagai manifestasi dari perasaan tidak tenteram, khawatir, ataupun cemas.
Masalah kecemasan atau kegalisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
Hal ini terjadi karena adanya keterbatasan manusia untuk dapat mengetahui hal-hal yang akan datang atau yang belum terjadi. Hal ini terjadi misalnya karena adanya suatu harapan, atau adanya ancaman. Sumber kegelisahan berasal dari dalam diri manusia (internal) misalnya rasa lapar, haus, rasa sepi, dan dari luar diri manusia (eksternal) misalnya kegelisahan karena diancam seseorang.



B.     Faktor Penyebab Terjadi Kegelisahan
1.      Dari Dalam
v  Cinta Diri
Kecintaan seseorang terhadap dirinya merupakan hal yang wajar, namun sebagian orang telah berlebihan dalam mempertahankan cinta tersebut, sehingga terbebani dengan berbagai macam penderitaan dan rasa sakit. Dalam pembahasan ini, yang dimaksud cinta diri adalah kecintaan melampaui batas, perhatian berlebihan terhadap diri sendiri, dan sangat sensitif terhadap segala hal yang berkaitan dengan itu, sehingga ia tidak mendapati musibah yang lebih parah dari penyakit tersebut.

v  Lalai dalam Mengingat Allah
Dalam beberapa hadits dan riwayat Shahih disebutkan bahwa was-was dalam keadaan tertentu akan muncul sebagai akibat kelalaian seseorang dalam mengingat Allah, berpaling dari (mencari) hikmah-Nya, dan mengentengkan perintah dan larangan-Nya. Terkadang was-was juga akan muncul dari setan yang telah mengguncangkan  jiwanya.

v  Gejolak Hati
Terkadang was-was muncul dalam keadaan tertentu lantaran kegalauan hati yang sangat keras akan hal-hal yang spele dan remeh. Ketika ia tidak mendapatkan sesuatu yang dapat menyibukkan dirinya, ia akan memikirkan problem dan khayalan sia-sia, sehingga sering kali hal itu menyeretnya kedalam kubangan was-was.

v  Rasa Takut dan Malu
Mungkin, sifat malu merupakan salah satu diantara faktor penyebab was-was, sebab seorang pemalu adalah orang yang takut berdiam diri.

v  Tidak Merasa Aman
Dalam keadaan tertentu, perasaan tidak aman merupakan faktor penyebab terjadinya was-was. Dengan kata lain, sebagian orang akan menderita was-was lantaran dirinya merasakan tidak adanya keamanan. Terkadang, perasaan semacam ini merupakan akibat dari lemahnya kepribadian dan tidak adanya kemampuan dalam mengendalikan diri.

v  Jiwa yang Lemah
Kelemahan jiwa dalam diri seseorang dapat mencapai suatu taraf dimana ia sendiri kehilangan kekuatan untuk mengendalikannya, sehingga kita mendapatinya dengan terpaksa menyerah dihadapan kejadian-kejadian yang dialaminya. Ketika ia menampakkan keinginan agar seluruh pekerjaannya sebanding dengan orang yang lebih utama darinya, maka perasaan ini akan berubah kedalam bentuk perasaan lemah.

2.      Kemasyarakatan
Terkadang, dalam beberapa keadaan, was-was diakibatkan oleh faktor sosial dimana kita dapat melihat sebagian gejalanya ketika seseorang melakukan suatu perbuatan yang sama dengan orang lain dan selalu mengikutinya

C.     Cara Mengatasi Kegelisahan
Ø  Dengan memerlukan sedikit pemikiran yaitu, pertama kita menanyakan pada diri kita sendiri (instropeksi),akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan kita tanggung atau yang akan terjadi,mengapa hal itu terjadi,apa penyebabnya dan sebagainya.
Ø   Kita bersedia menerima sesuatu yang terjadi pada diri kita dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kecemasan tersebut akan sirna dari jiwa kita. Bersamaan berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi keburukan-keburukan akibat timbulnya kecemasan tersebut dalam jiwa  kita.
Ø  Berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh sabar,tabah,senang dan ikhlas sehingga Ia mau mengabulkan permohonan kita dari perasaan kecemasan ini,sebab Tuhan adalah yang paling Maha Pemurah,Maha Pengampun,Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi umatnya yang mau berdoa dan memohon kepadaNya

D.    Hubungan Manusia dan Kegelisahan
Manusia dan kegelisahan suatu hubungan antara seseorang dan perasaan dari seseorang tersebut. Hubungan yang tidak bisa di pisahkan karena memang semua orang pasti pernah merasakan kegelisahan walau mungkin tidak terlihat oleh orang yang lainnya.
Banyak hal yang akan menyebabkan kegelisahan pada manusia dari hal-hal besar yang mungkin memang akan menyebabkan kegelisahan yang sangat tidak terkendali sampai hal-hal kecil yang mungkin hany membuat kita gelisah hanya karna kita terlalu memikirkan sesuatu hal yang buruk yang sebenarnya belum tentu terjadi.
Kegelisahan akan di rasakan tidak hanya pada orang dewasa bahkan anak-anak kecil yang hanya mengerti soal bermain pun akan pernah mengalami kegelisahan. Kegelisahan yang terlihat akan membuat orang orang sekitar merasa simpati karna saat gelisah itu bisa saja akan mengeluarkan air mata, mimic muka yang berbeda, tidak lagi ceria,dll tetapi untuk kegelisahan yang di pendam sendiri tanpa ingin membagi kepada siapapun, orang-orang seperti ini akan memperlihatkan kegelisahannya hanya jika mereka sedang sendirian saat semua orang sedang tidak ada di sampingnya.
Tetapi, kegelisahan akan bisa di atasi jika kita akan mulai berfikir positif dan ingat bahwa Allah SWT tidak akan pernah meninggalkan hambanya dan tidak akan pernah memberikan cobaan yang melebihi batas kemampuas hambanya, maka dari itu saat kegelisahan muncul berserah dirilah kepada Allah SWT.

E.     Contoh Kasus Hubungan Manusia dan Kegelisahan
1.      Kegelisahan yang muncul saat ingin maju kedepan melakukan presentasi
Kejadian ini banyak dialami oleh anak sekolah dan mahasiswa. Banyak tugas presentasi, membacakkan pidato, puisi, pengambilan nilai praktek, yang mengharuskan untuk maju kedepan kelas dan menjelaskan kepada orang banyak. Ada memang orang yang akan biasa saja saat mengahadapinya, tetapi ada juga orang merasa deg-degan, gelisah, panas dingin, bahkan mules-mules.

2.      Kegelisahan seorang ibu saat anaknya sakit
Setiap ibu pasti pernah mengalami hal ini, khususnya ibu muda yang baru saja memiliki anak. Saat anaknya sakit, demam, flu,dll pasti akan langsung mencari tau penyakitnya dan obatnya, melakukan penolongan pertama dan bahkan ada yang langsung membawa anaknya ke dokter atau rumah sakit. Kegelisahannya akan semakin kuat saat menunggu hasil pemeriksaan dari dokter. Dan kegelisahan akan menurun saat sudah mendapatkan abar yang lebih baik dari dokter.

3.      Kegelisahan saat masuk tempat baru
Saat seseorang mendatangi tempat yang baru saja di datangi untuk pertama kalinya akan merasa sangat gelisah dengan banyak sekali pemikiran-pemikiran buruk yang difikirkan mungkin saja terjadi kepadanya.

4.      Kegelisahan saat kesepian
Banyak orang yang merasa kesepian walau sebenarnya dia berada di tempat yang ramai, dan orang itu tidak tahu harus melakukan apa untuk menghapus kesepiannya karena mungkin saja ia merasa kesepian karna ia merindukan seseorang, keluarganya,dll jadi yang dapat menghapus kesepiannya dan kegelisahannya hanyalah hal-hal tersebut.

5.      Kegelisahan saat tidak mendapatkan kepastian
Setiap orang membutuhkan kepastian di dalam hidupnya, dalam setiap hal dan kejadian. Jadi saat seseorang tidak juga mendapatkan kepastian pasti akan merasa gelisah contohnya saat seseorang menyatakan cintanya atau perasaannya kepada lawan jenis, pasti orang tersebut akan membutuhkan jawaban yang pasti soal perasaan lawan jenis itu kepadanya. Selama jawabannya belum di berikan secara pasti orang tersebut pasti akan merasa sangat gelisah.








BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Kegelisahan merupakan bagian hidup manusia. Tiap manusia, dengan tidak memperdulikan  segala latar belakang dan kemampuannya, pasti akan mengalami kegelisahan, entah sebentar atau lama, relative ringan ataupun berat. Yang demikian ini boleh jadi sangat wajar mengingat manusia mempunyai hati dan perasaan.
Apabila manusia tidak bisa menjaga hakikat dirinya dan hakikat hidupnya maka yang timbul adalah kegelisahan .sumber dari kegelisahan adalah hawa nafsu dan sikap pamrih (tidak ikhlas). Hal ini akan menyebabkan munculnya sikap keserakahan dan konflik yang juga memunculkan ketakutan, kekecewaan, dan pada akhirnya adalah kegelisahan.
Untuk mengatasi kegelisahan yang dialami manusia, cara yang paling ampuh adalah kita dituntut untuk bersifat qana’ah (berpikir positif) kembalikan semuanya kepada Allah SWT dan selalu mengingat Dia.

B.     Saran
Tidak di pungkiri bahwa manusia memang pasti pernah merasakan kegelisahan, jadi itu tidaklah bisa kita hindari. Tetapi sebagai manusia kitapun haruslah percaya kepada Allah SWT dan berfikir positif. Jadi teruslah berfikir positif dan jangan terlalu khawatir dan membiarkan kegelisahan sangat menghantui kehidupanmu.








Daftar Pustaka

http://manusiadankegelisahan77.blogspot.co.id/
http://sahat1ka43.blogspot.com/2012/07/manusia-dan-kegelisahan.html
http://febrinaulan.blogspot.co.id/2014/11/manusia-dan-kegelisahan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar