Ilmu Budaya Dasar
Hubungan Manusia dan Kegelisahan
Nurul Fitriyah
18516046
1PA18
Universitas Gunadarma
Fakultas Psikologi
Bekasi
2016
BAB I
PEMBAHASAN
A.
Latar
Belakang
Manusia dalam hidupnya tak lepas dari permasalahan. Manusia dalam
hidupnya pasti pernah mengalami kegelisahan. Gelisah tergolong penyakit batin,
penyakit ini dapat menyerang siapa saja, dari golongan apa, dan bangsa apapun.
Bila dibandingkan dengan rasa takut, daerah operasinya lebih luas. Sebab orang
yang pemberani, tak mungkin diserang oleh rasa takut. Atau orang yang mempunyai
obat penangkal takut juga tidak akan dijamahnya. Umpama orang yang pernah
mengerjakan perbuatan salah sudah pasti tidak akan takut untuk dituntut. Begitu
pula seorang yang kaya, pasti tidak akan takut kelaparan, dan sebagainya.
Tetapi walaupun benar, kaya, pandai, jujur, dan sebagainya pasti akan dilanda
perasaan gelisah.
Kegelisahan merupakan rasa kekhawatiran yang ada dalam diri
manusia, rasa ini disebabkan karena kurang tentramnya jiwa seseorang tersebut,
atau rasa tidak tenang (tidak sabar) yang menyebabkan rasa gelisah ini muncul.
Pada hakekatnya sebab-sebab orang gelisah disebabkan karena rasa takut pada
hak-haknya. Namun terlepas dari itu usaha untuk mengatasi kegelisan sangatlah
perlu. Yaitu dengan dimulai dari diri kita sendiri, dengan bersikap tenang dan
tidak terbawa pengaruh emosi dalam jiwa kita. Karena jiwa kita sendirilah yang
dapat kita kontrol untuk terlepas dari rasa kegelisahan.
Kegelisahan yang sering terjadi pada manusia adalah disaat seseorang
pernah melakukan sebuah perbuatan buruk. Hal ini lah yang membuat seseorang
mengalami kegelisahan. Hatinya tidak tenang, dia merasa cemas. Karena terlalu
memikirkan perbuatan buruk yang sudah dilakukannya. Akhirnya orang tersebut
terlihat murung, menyendiri dan merasa kesepian dan terasing.
B.
Rumusan
Pembahasan
1.
Pengertian
Kegelisahan.
2.
Faktor
Penyebab Terjadi Kegelisahan.
3.
Cara
Mengatasi Kegelisahan.
4.
Hubungan
Manusia dan Kegelisahan.
5.
Contoh
Kasus Hubungan Manusia dan Kegelisahan.
C.
Tujuan
Pembahasan
1.
Mengetahui
dan memahami arti, faktor penyebab, cara mengatasi dari kegelisahan.
2.
Mengetahui
hubungan serta contoh kasus dari manusia dan kegelisahan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata “gelisah”. Gelisah artinya rasa yang
tidak tentram di hati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang
(tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas dan sebagainya. Kegelisahan
menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, artinya merasa
gelisah, khawatir, cemas atau takut dan jijik. Rasa gelisah ini sesuai dengan
suatu pendapat yang menyatakan bahwa manusia yang gelisah itu dihantui rasa
khawatir atau takut. Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami
kegelisahan. Kegelisahan yang cukup lama akan menghilangkan kemampuan untuk
merasa bahagia.
Manusia selama ini seringkali tenggelam dalam kegelisahan. Berbagai
penyebab kegelisahan telah menyita waktu dan perhatian manusia, dan sayangnya
banyak yang tidak menyadari betapa mengganggunya kegelisahan itu. Kegelisahan
yang timbul dalam diri kita sebenarnya dibuat oleh kita sendiri, kita ciptakan
mereka di dalam pikiran kita melalui ketidakmampuan ataupun kegagalan untuk
mengerti bahaya perasaan keakuan dan melalui khayalan yang melambung serta kesalahan
dalam menilai setiap kejadian atau benda. Hanya jika kita dapat melihat suatu
kejadian atau benda dengan apa adanya, bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang
kekal di dunia ini dan bahwa keakuan kita sendiri merupakan khayalan liar yang
membawa kekacauan dalam pikiran yang tidak terlatih. Kegelisahan adalah suatu
rasa tidak tenteram, tidak tenang, tidak sabar, rasa khawatir/cemas pada
manusia. Kegelisahan merupakan gejala universal yang ada pada manusia manapun.
Namun kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak –
gerik seseorang dalam situasi tertentu. Jadi, kegelisahan merupakan sesuatu
yang unik sebagai manifestasi dari perasaan tidak tenteram, khawatir, ataupun cemas.
Masalah kecemasan atau kegalisahan berkaitan juga dengan masalah
frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami
frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
Hal ini terjadi karena adanya keterbatasan manusia untuk dapat
mengetahui hal-hal yang akan datang atau yang belum terjadi. Hal ini terjadi
misalnya karena adanya suatu harapan, atau adanya ancaman. Sumber kegelisahan
berasal dari dalam diri manusia (internal) misalnya rasa lapar, haus, rasa
sepi, dan dari luar diri manusia (eksternal) misalnya kegelisahan karena
diancam seseorang.
B.
Faktor
Penyebab Terjadi Kegelisahan
1.
Dari
Dalam
v Cinta Diri
Kecintaan
seseorang terhadap dirinya merupakan hal yang wajar, namun sebagian orang telah
berlebihan dalam mempertahankan cinta tersebut, sehingga terbebani dengan
berbagai macam penderitaan dan rasa sakit. Dalam pembahasan ini, yang dimaksud
cinta diri adalah kecintaan melampaui batas, perhatian berlebihan terhadap diri
sendiri, dan sangat sensitif terhadap segala hal yang berkaitan dengan itu,
sehingga ia tidak mendapati musibah yang lebih parah dari penyakit tersebut.
v Lalai dalam Mengingat Allah
Dalam
beberapa hadits dan riwayat Shahih disebutkan bahwa was-was dalam keadaan
tertentu akan muncul sebagai akibat kelalaian seseorang dalam mengingat Allah,
berpaling dari (mencari) hikmah-Nya, dan mengentengkan perintah dan
larangan-Nya. Terkadang was-was juga akan muncul dari setan yang telah
mengguncangkan jiwanya.
v Gejolak Hati
Terkadang
was-was muncul dalam keadaan tertentu lantaran kegalauan hati yang sangat keras
akan hal-hal yang spele dan remeh. Ketika ia tidak mendapatkan sesuatu yang
dapat menyibukkan dirinya, ia akan memikirkan problem dan khayalan sia-sia,
sehingga sering kali hal itu menyeretnya kedalam kubangan was-was.
v Rasa Takut dan Malu
Mungkin,
sifat malu merupakan salah satu diantara faktor penyebab was-was, sebab seorang
pemalu adalah orang yang takut berdiam diri.
v Tidak Merasa Aman
Dalam
keadaan tertentu, perasaan tidak aman merupakan faktor penyebab terjadinya
was-was. Dengan kata lain, sebagian orang akan menderita was-was lantaran
dirinya merasakan tidak adanya keamanan. Terkadang, perasaan semacam ini
merupakan akibat dari lemahnya kepribadian dan tidak adanya kemampuan dalam
mengendalikan diri.
v Jiwa yang Lemah
Kelemahan
jiwa dalam diri seseorang dapat mencapai suatu taraf dimana ia sendiri
kehilangan kekuatan untuk mengendalikannya, sehingga kita mendapatinya dengan
terpaksa menyerah dihadapan kejadian-kejadian yang dialaminya. Ketika ia
menampakkan keinginan agar seluruh pekerjaannya sebanding dengan orang yang
lebih utama darinya, maka perasaan ini akan berubah kedalam bentuk perasaan
lemah.
2.
Kemasyarakatan
Terkadang,
dalam beberapa keadaan, was-was diakibatkan oleh faktor sosial dimana kita
dapat melihat sebagian gejalanya ketika seseorang melakukan suatu perbuatan
yang sama dengan orang lain dan selalu mengikutinya
C.
Cara
Mengatasi Kegelisahan
Ø Dengan memerlukan sedikit pemikiran yaitu, pertama kita menanyakan pada diri kita sendiri
(instropeksi),akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan kita
tanggung atau yang akan terjadi,mengapa hal itu terjadi,apa penyebabnya dan
sebagainya.
Ø Kita bersedia menerima sesuatu yang
terjadi pada diri kita dengan rasa tabah
dan senang hati niscaya kecemasan tersebut akan sirna dari jiwa kita. Bersamaan
berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi
keburukan-keburukan akibat timbulnya kecemasan tersebut dalam jiwa kita.
Ø Berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh sabar,tabah,senang dan ikhlas sehingga Ia mau mengabulkan
permohonan kita dari perasaan kecemasan ini,sebab Tuhan adalah yang paling Maha
Pemurah,Maha Pengampun,Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi umatnya yang mau
berdoa dan memohon kepadaNya
D.
Hubungan
Manusia dan Kegelisahan
Manusia dan kegelisahan suatu hubungan antara seseorang dan
perasaan dari seseorang tersebut. Hubungan yang tidak bisa di pisahkan karena
memang semua orang pasti pernah merasakan kegelisahan walau mungkin tidak
terlihat oleh orang yang lainnya.
Banyak hal yang akan menyebabkan kegelisahan pada manusia dari
hal-hal besar yang mungkin memang akan menyebabkan kegelisahan yang sangat
tidak terkendali sampai hal-hal kecil yang mungkin hany membuat kita gelisah
hanya karna kita terlalu memikirkan sesuatu hal yang buruk yang sebenarnya
belum tentu terjadi.
Kegelisahan akan di rasakan tidak hanya pada orang dewasa bahkan
anak-anak kecil yang hanya mengerti soal bermain pun akan pernah mengalami kegelisahan.
Kegelisahan yang terlihat akan membuat orang orang sekitar merasa simpati karna
saat gelisah itu bisa saja akan mengeluarkan air mata, mimic muka yang berbeda,
tidak lagi ceria,dll tetapi untuk kegelisahan yang di pendam sendiri tanpa
ingin membagi kepada siapapun, orang-orang seperti ini akan memperlihatkan
kegelisahannya hanya jika mereka sedang sendirian saat semua orang sedang tidak
ada di sampingnya.
Tetapi, kegelisahan akan bisa di atasi jika kita akan mulai
berfikir positif dan ingat bahwa Allah SWT tidak akan pernah meninggalkan
hambanya dan tidak akan pernah memberikan cobaan yang melebihi batas kemampuas
hambanya, maka dari itu saat kegelisahan muncul berserah dirilah kepada Allah
SWT.
E.
Contoh
Kasus Hubungan Manusia dan Kegelisahan
1.
Kegelisahan
yang muncul saat ingin maju kedepan melakukan presentasi
Kejadian ini
banyak dialami oleh anak sekolah dan mahasiswa. Banyak tugas presentasi,
membacakkan pidato, puisi, pengambilan nilai praktek, yang mengharuskan untuk
maju kedepan kelas dan menjelaskan kepada orang banyak. Ada memang orang yang
akan biasa saja saat mengahadapinya, tetapi ada juga orang merasa deg-degan,
gelisah, panas dingin, bahkan mules-mules.
2.
Kegelisahan
seorang ibu saat anaknya sakit
Setiap ibu
pasti pernah mengalami hal ini, khususnya ibu muda yang baru saja memiliki
anak. Saat anaknya sakit, demam, flu,dll pasti akan langsung mencari tau
penyakitnya dan obatnya, melakukan penolongan pertama dan bahkan ada yang
langsung membawa anaknya ke dokter atau rumah sakit. Kegelisahannya akan
semakin kuat saat menunggu hasil pemeriksaan dari dokter. Dan kegelisahan akan
menurun saat sudah mendapatkan abar yang lebih baik dari dokter.
3.
Kegelisahan
saat masuk tempat baru
Saat seseorang
mendatangi tempat yang baru saja di datangi untuk pertama kalinya akan merasa
sangat gelisah dengan banyak sekali pemikiran-pemikiran buruk yang difikirkan
mungkin saja terjadi kepadanya.
4.
Kegelisahan
saat kesepian
Banyak orang
yang merasa kesepian walau sebenarnya dia berada di tempat yang ramai, dan
orang itu tidak tahu harus melakukan apa untuk menghapus kesepiannya karena
mungkin saja ia merasa kesepian karna ia merindukan seseorang, keluarganya,dll
jadi yang dapat menghapus kesepiannya dan kegelisahannya hanyalah hal-hal
tersebut.
5.
Kegelisahan
saat tidak mendapatkan kepastian
Setiap orang membutuhkan kepastian
di dalam hidupnya, dalam setiap hal dan kejadian. Jadi saat seseorang tidak
juga mendapatkan kepastian pasti akan merasa gelisah contohnya saat seseorang
menyatakan cintanya atau perasaannya kepada lawan jenis, pasti orang tersebut
akan membutuhkan jawaban yang pasti soal perasaan lawan jenis itu kepadanya.
Selama jawabannya belum di berikan secara pasti orang tersebut pasti akan
merasa sangat gelisah.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kegelisahan merupakan bagian hidup manusia. Tiap manusia, dengan
tidak memperdulikan segala latar
belakang dan kemampuannya, pasti akan mengalami kegelisahan, entah sebentar
atau lama, relative ringan ataupun berat. Yang demikian ini boleh jadi sangat
wajar mengingat manusia mempunyai hati dan perasaan.
Apabila manusia tidak bisa menjaga hakikat dirinya dan hakikat
hidupnya maka yang timbul adalah kegelisahan .sumber dari kegelisahan adalah
hawa nafsu dan sikap pamrih (tidak ikhlas). Hal ini akan menyebabkan munculnya
sikap keserakahan dan konflik yang juga memunculkan ketakutan, kekecewaan, dan
pada akhirnya adalah kegelisahan.
Untuk mengatasi kegelisahan yang dialami manusia, cara yang paling
ampuh adalah kita dituntut untuk bersifat qana’ah (berpikir positif) kembalikan
semuanya kepada Allah SWT dan selalu mengingat Dia.
B.
Saran
Tidak di pungkiri bahwa manusia memang pasti pernah merasakan
kegelisahan, jadi itu tidaklah bisa kita hindari. Tetapi sebagai manusia
kitapun haruslah percaya kepada Allah SWT dan berfikir positif. Jadi teruslah
berfikir positif dan jangan terlalu khawatir dan membiarkan kegelisahan sangat
menghantui kehidupanmu.
Daftar Pustaka
http://manusiadankegelisahan77.blogspot.co.id/
http://sahat1ka43.blogspot.com/2012/07/manusia-dan-kegelisahan.html
http://febrinaulan.blogspot.co.id/2014/11/manusia-dan-kegelisahan.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar