Ilmu Budaya Dasar
Hubungan Manusia dan Pandangan Hidup
Nurul Fitriyah
18516046
1PA18
Universitas Gunadarma
Fakultas Psikologi
Bekasi
2016
BAB I
PEMBAHASAN
A.
Latar
Belakang
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan yang paling tinggi
derajatnya. Dikarenakan manusia memiliki akal, pikiran dan rasa. Ketika
kekayaan manusia inilah yang membuat manusia disebut sebagai khalifah di bumi
ini. Tuntukan hidup manusia lebih dari pada tuntutan hidup makhluk lainnya yang
membuat manusia berfikir lebih maju untuk memenuhi kebutuhan atau hajat
hidupnya di dunia, baik yang bersifat jasmani maupun rohani. Dari proses ini
maka lahirlah apa yang disebut kebudayaan dan pandangan terhadap hidup.
Setiap manusia memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda
mengelompokkan pandangan hidup yang berdeda-beda akan menciptakan paham atau
aliran. Pandangan hidup tidak terlepas dari masalah nilai dalam kehidupan
manusia. Jadi pandangan terhadap hidup ini adalah segala sesuatu yang
dihasilkan oleh akal budi manusia. Pandangan hidup dapat menjadi pegangan,
bimbingan dan tuntutan seseorang ataupun masyarakat dalam menempuh kehidupan.
Oleh karena itu, dalam kehidupan dunia dan akhirat pandangan hidup seseoranglah
yang menentukan akhir hidup mereka sendiri. Selain itu pandangan hidup juga
tidak langsung muncul dalam masyarakat, melainkan melalui berbagai proses dalam
menemukan jati diri atau pandangan hidupnya. Mulai dari masa kanak-kanak hingga
dewasa.
Dalam penemuan pandangan hidup tersebut, tidak lepas juga dengan
pendidikan. Manusia mengetahui tentang hakikat hidup dan sebagainya adalah
berasal dari pendidikan.Oleh karena itu jika kita membahas tentang pendangan
hidup, tidak boleh lepas dari pendidikan manusia dapat berfikir ledih kedepan
mulai dari kehidupan baik lahir dan batin.
B.
Pembatasan
Pembahasan
1.
Pengertian
Pandangan Hidup.
2.
Pengertian
Cita-cita dan Kebajikan.
3.
Pengertian
Usaha dan Keyakinan.
4.
Langkah
Berpandangan Hidup yang Baik.
5.
Hubungan
Manusia dan Pandangan Hidup.
6.
Contoh
Hubungan Manusia dan Pandangan Hidup.
C.
Tujuan
Pembahasan
1.
Memahami
dan mengetahui arti dari pandangan hidup, cita-cita, kebajikan, usaha dan
keyakinan.
2.
Mengetahui
langkah apa saja yang dapat dilakukan agar dapat berpandangan hidup dengan baik.
3.
Mengetahui
hubungan dan contohnya anatara manusia dan pandangan hidup.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Pandangan Hidup
Menurut Koentjaraningrat (1980) pandangan hidup adalah
nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat yang dipilih secara selektif oleh
para individu dan golongan didalam masyarakat. Pandangan hidup terdiri atas
cita-cita, kebajikan dan sikap hidup. Sedangkan menurut Manuel Kaisiepo 1982,
pandangan hidup merupakan bagian hidup manusia. Tidak ada seorang pun yang
hidup tanpa pandangan hidup meskipun tingkatannya berbeda-beda. Pandangan hidup
mencerminkan citra dari seseorang karena pandangan hidup itu mencerminkan
cita-cita atau aspirasinya.
Apa yang dikatakan oleh seseorang adalah pandangan hidup karena
dipengaruhi oleh pola berfikir tertentu. Tetapi, terkadang sulit dikatakan
sesuatu itu pandangan hidup, sebab dapat pula hanya suatu idealisasi belaka
yang mengikuti kebiasaan berfikir yang sedang berlangsung di dalam masyarakat.
Setiap Bangsa, Negara maupun manusia yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui
dengan jelas kearah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan
pandangan hidup. Dengan pandangan hidup yang jelas, suatu Bangsa, Negara maupun
manusia akan memiliki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan
masalah-masalah yang timbul dalam gerak masyarakat yang semakin maju.
Berpedoman pada pandangan hidup itu pula seseorang akan mampu membangun
dirinya.
B.
Pengertian
Cita-cita dan Kebajikan.
v Cita-Cita
Cita-cita
adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Pandangan
hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup. Dalam kehidupannya
manusia tidak dapat melepaskan diri dari cita-cita. Tidak ada orang hidup tanpa
cita-cita. Sudah tentu kadar atau tingkat cita-cita itu berbeda-beda bergantung
kepada pendidikan, pergaulan, dan lingkungan masing-masing. Itulah sebabnya,
cita-cita banyak menimbulkan daya kreativitas manusia. Banyak hasil seni yang
melukiskan cita-cita seseorang. Cita-cita ini perasaan hati yang merupakan
suatu keinginan, kemauan, niat, atau harapan. Cita-cita itu penting bagi
manusia, karena adanya cita-cita menandakan kedinamikan manusia. Ada tiga kategori
keadaan hati seseorang, keras, lunak, dan lemah. Orang yang berhati keras,
tak berhenti berusaha sebelum cita-citanya tercapai. Ia tak menghiraukan
rintangan, tantangan, dan segala kesulitan yang dihadapinya. Orang yang
berhati lunak dalam usaha mencapai cita-citanya menyesuaikan diri dengan
situasi dan kondisi. Orang yang berhati lemah, mudah terpengaruhi oleh
situasi dan kondisi. Cita-cita banyak menimbulkan daya kreatifitas para
seniman. Banyak hasil seni seperti: drama, novel, film, musik, tari, filsafat
yang lahir dari kandungan cita-cita.
v Kebajikan
Kebajikan
atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakikatnya sama
dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau
etika.
Untuk
melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi, yaitu: manusia
sebagai pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat, dan manusia sebagai
makhluk Tuhan.Manusia sebagai pribadi dapat menentukan baik dan buruk. Yang
menentukan baik dan buruk itu suara hati. Suara hati itu semacam bisikan dalam
hati untuk menimbang perbuatan baik atau tidak. Jadi suara hati itu merupakan
hakim terhadap diri sendiri. Suara hati masyarakat, yang menentukan baik dan
buruk adalah suara hati masyarakat. Suara hati manusia adalah baik, tetapi
belum tentu suara hati masyarakat menganggap baik. Demikian pula manusia
sebagai makhluk Tuhan, manusia pun harus mendengar suara hati Tuhan. Tuhan
selalu membisikkan agar manusia berbuat baik dan menjauhi perbuatan yang tidak
baik. Jadi kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita,
suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan berarti berkata sopan, santun,
barbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah tamah terhadap siapapun, berpakaian
sopan agar tidak merangsang bagi yang melihatnya. Namun ada pula kebajikan
semu, yaitu kejahatan yang berselubung kebajikan.
C.
Pengertian
Usaha dan Keyakinan
v Usaha
Usaha
adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita, Setiap Manusia harus kerja keras
untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian kehidupan manusia adalah perjuangan.
Perjuangan untuk hidup merupakan kodrat manusia. Tanpa perjuangan manusia tidak
dapat hidup sempurna. Kerja keras dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun
tenaga/jasmani atau dengan keduanya. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh
kemampuan, karena kemampuan itulah tingkat kemakmuran manusia berbeda-beda.
v Keyakinan/Kepercayaan
Menurut
Prof. Dr. Harun Nasution (bahan
ceramah pada perantaran pengajar Ilmu Budaya Dasar di Bukit Tinggi,
1981), menurut beliau ada tiga aliran filsafat:
a.
Aliran
Naturalisme
Hidup
manusia dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi.
Kekuatan gaib itu dari natur, dan natur itu dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak
percaya pada Tuhan, natur itulah yang tinggi. Tuhan menciptakan alam semesta
lengkap dengan hukum-hukumnya, secara mutlak di kuasai Tuhan. Manusia sebagai
makhluk tidak mampu menguasai alam ini karena manusia itu lemah, manusia hanya
dapat berusaha dan berencana tapi yang menentukannya adalah Tuhan.
Bagi
yang percaya pada Tuhan, Tuhan itulah kekuasaan tertinggi. Manusia adalah
makhluk ciptaan Tuhan, karena itu manusia mengabdi pada ajaran-ajaran Tuhan
yaitu agama. Ajaran agama ada dua yaitu:
Ø Ajaran agama yang dogmatis yaitu yang di sampaikan Tuhan melalui
Nabi-Nabi, sifatnya tetap dan tidak berubah
Ø Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama, yaitu sebagai hasil
pemikiran manusia, sifatnya relatif (terbatas) dan berubah sesuai dengan
perkembangan agama.
Apabila aliran naturalisme ini di hubungkan dengan pandangan hidup
maka keyakinan manusia itu bermula dari Tuhan. Jadi, pandangan hidup yang
dilandasi oleh ajaran-ajaran agama, manusia yakin bahwa kebajikan itu di ridhai
oleh Tuhan. Pandangan hidup yang dilandasi bahwa Tuhanlah kekuasaan tertinggi,
yang menentukan segala-galanya disebut pandangan hidup keagamaan (religius),
sebaliknya apabila manusia tidak mengakui adanya Tuhan, natur adalah kekuatan
tertinggi, maka keyakinan itu berasal dari natur dan pandangan hidup yang
dilandasi oleh natur, manusia yakin bahwa kebajikan itu kebajikan natur dan
pandangan hidup ini sifatnya ateistik. Disebut pandangan hidup komunisme.
b.
Aliran
Intelektualisme
Dasar
aliran ini adalah akal atau logika. Manusia mengutamakan akal, dengan akal
manusia berfikir. Mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun
mungkin bertentangan dengan hati nurani. Akal berasal dari bahasa Arab yang
artinya Kalbu yang berpusat dihati, sehingga timbullah istilah “Hati Nurani”
artinya daya rasa.
Apabila
aliran ini di hubungkan dengan pandangan hidup, maka keyahinan manusia itu
bermula dari akal. Jadi, pandangan hidup itu dilandasi oleh keyakinan,
kebenaran yang diterima akal. Benar menurut akal itulah yang baik. Manusia
yakin bahwa kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal.
c.
Aliran
Gabungan
Aliran
gabungan adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan
yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.
Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu.
Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berfikir maupun sebagai
lohika rasa. Jadi, apa yang benar menurut logika berfikir, juga dapat diterima
oleh hati nurani. Logika berfikir tidak ditekankan pada logika berfikit
individu, melainkan logika berfikir kolektef (masyarakat) pandangan hidup ini
adalah disebut sosialisme akal dalam arti baik sebagai logika berfikir maupun
sebagai daya rasa, logika berfikir secara individual maupun kolektif. Pandangan
hidup ini disebut sosialisme religius. Dua pandangan hidup ini terdapat
perbedaan pokok. Pandangan hidup sosialisme menekan pada logika berfikir
kolektif, sedangkan pandangan hidup sosialisme religius menekan pada
logika berfikir kolektif dan individual. Pandangan hidup sosialisme
mengutamakan logika berfikir dari pada hati nurani, sedangkan sosialisme
religius mengutamakan kedua-duanya, logika berfikir dan hati nurani.
D.
Langkah
Berpandangan Hidup yang Baik
1.
Mengenal
Mengenal
merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap
aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup.
Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai
pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak
manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke
dunia
2.
Mengerti
Mengerti
disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam
bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada
Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur
kehidupan bemegara. Begitu juga bagi yang berpandangan hidup pada agama Islam.
Hendaknya kita mengerti apa itu Al-Qur’an, Hadist dan ijmak itu dan bagaimana
ketiganya itu mengatur kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.
3.
Menghayati
Dengan
menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar
mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri. Menghayati disini dapat
diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan
memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri.
Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa
hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang
dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu
atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan
hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu
sendiri.
4.
Meyakini
Setelah
mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau
dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka
hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini
ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga
dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
5.
Mengabdi
Pengabdian
merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang
telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain.
Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedangkan perwujudan
manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu
sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam
akhirat.
E.
Hubungan
Manusia dan Pandangan Hidup
Akal dan budi sebagai milik manusia ternyata membawa ciri
tersendiri akan diri manusia itu. Sebab akal dan budi mengakibatkan manusia
memiliki keunggulan dibandingkan makhluk lain. Satu diantara keunggulan manusia
tersebut adalah pandangan hidup. Disatu pihak manusia menyadari kehidupannya
lebih kompleks.
Pandangan hidup berupa suatu penggaris yang mungkin dapat
dinyatakan dengan kata-kata sebagai rumusan juga dapat dikatakan rumusan: “Orang
yang sulit menyusun perasaan, pikiran dan kejiwaan”. Juga karena ia sendiri
menyadari bahwa mungkin ia dapat berbuat/ bertindak yang melanggar
prinsip-prinsip yang dikatakan. Dan khawatir kalau ada kritik besar dan
penyelewengan pandangan hidup.
F.
Contoh
Hubungan Manusia dan Pandangan Hidup
1. Seseorang
yang beragama akan berpegang teguh atau berpedoman tentang kehidupannya dari
kitab suci yang di percayainya. Contohnya seorang Muslim akan menjadikan
Al-Quran sebagai pedoman hidupnya. Jadi seluruh pandangan hidupnya bersumber
dari Al-Quran.
2. Seorang
pelajar entah itu siswa di sekolah ataupun mahasiswa akan memiliki pandangan
hidup untuk segera menyelesaikan pendidikan dengan maksud setelah itu akan
menggunakan ilmu-ilmu yang sudah di dapatkan untuk kemakmuran hidupnya sendiri
dan orang banyak. Dengan ini mereka berpandangan bahwa dengan menyelesaikan
pendidikan akan membuat mereka sukses dan membawa kebahagiaan di kehidupannya
dan kehidupan orang lain.
3.
Seseorang
yang biasa berbuat kebaikan, menolong sesame dan bersikap ramah kepada siapapun
ia berpandangan bahwa dengan melakukan semua itu dan hidup dengan sesuai
norma-norma yang baik adalah kebahagiaan dan membawa keindahan pada hidupnya
dan juga orang lain, sehingga ia dapat bermanfaat untuk dirinya sendiri bahkan
orang lain yang terkadang bukanlah orang terdekat.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pandangan hidup merupakan bagaimana manusia memandang kehidupannya.
Setiap orang memiliki pandangan hidup yang berdeda-beda dan melahirkan suatu
paham. Wujud pandangan hidup manusia berkaitan dengan cita-cita, kebajikan, dan
sikap hidup. Cita-cita merupakan pandangan hidup di masa yang akan datang.
kebajikan secara nyata dan dapat dirasakan melalui tingkah lakunya. Dan, dalam
hal ini, tingkah laku manusia sebagai perwujudan kebajikan inilah yang akan
dikemukakan karena wujudnya dapat dilihat dan dirasakan. Karena tingkah laku
bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku
sendiri-sendiri yang berbeda dari orang lain dan tergantung dari pembawaan,
lingkungan, dan pengalaman. Dalam setiap perbuatan, manusia harus memahami
etika yang berlaku dalam masyarakat. Sehingga kehidupan dalam memasyarakat
menjadi tenang dan tentram.
B.
Saran
1. Tanamkan
pandangan hidup atau prinsip hidup pada anak sejak dini agar mereka kelak
menjadi manusia yang bijak dan berwatak mulia.
2.
Baiknya
seorang manusia memegang teguh pandangan hidup yang dimilikinya agar dalam
kehidupannya selalu melakukan kebajikan.
Daftar Pustaka
http://rayrizqie.blogspot.co.id/2015/06/bab-8-manusia-dan-pandangan-hidup.html
http://sabrinahrhp.blogspot.co.id/2015/05/manusia-dan-pandangan-hidup.html
https://10menit.wordpress.com/tugas-kuliah/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-pandangan-hidup-bab8/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar