Ilmu Budaya Dasar
Hubungan Manusia dan Tanggung Jawab
Nurul Fitriyah
18516046
1PA18
Universitas Gunadarma
Fakultas Psikologi
Bekasi
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pada dasarnya manusia dan tanggung jawab itu berada dalam satu
naungan atau berdampingan. Tanggung Jawab adalah suatu kesadaran manusia akan
tingkah laku atau perbuatannya baik disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung
Jawab juga berarti berbuat sebagai wujud atas perbuatannya. Setiap manusia
memiliki tanggung jawab masing-masing. Diantaranya tanggung jawab seorang
pelajar atau mahasiswa akan belajar, tanggung jawab seorang dosen kepada
mahasiswa atau mahasiswinya, tanggung jawab seorang presiden kepada negara dan
rakyatnya, tanggung jawab seorang ayah kepada istri dan anak-anaknya, dan
tanggung jawab manusia kepada Tuhan yang telah Menciptakan kita.
Selain tanggung jawab, dalam diri manusia juga terdapat pengabdian.
Pengabdian dapat diartikan sebagai pilihan hidup seseorang apakah ingin
mengabdi kepada orangtua, kepada agama dan Tuhan ataupun kepada bangsa dan
negara dimana pengabdian akan mengandung unsur pengorbanan dan kewajiban untuk
melakukannya yang biasanya akan dihargai dan tergantung dari apa yang
diabdikannya. Sebagai contoh, bila orang tua mengabdi untuk mengasuh
anak-anaknya berkemungkinan besar nanti anak-anaknya akan berbakti juga kepada
kedua orangtuanya, manusia yang mengabdi kepada agama dan Tuhannya nantinya akan
dibalas amalannya di surga, ataupun pengabdian seorang pegawai negeri pada
bangsa dan negaranya biasanya akan diberi semacam penghargaan/tanda jasa dari
negara yang bersangkutan.
B.
Pembatasan
Pembahasan
1.
Pengertian
Tanggung Jawab.
2.
Pengertian
Pengabdian dan Pengorbanan.
3.
Macam-Macam
Tanggung Jawab.
4.
Hubungan
Manusia dan Tanggung Jawab.
5.
Contoh
Hubungan Manusia dan Tanggung Jawab.
C.
Tujuan
Pembahasan
1.
Mengetahui
dan memahami arti dari tanggung jawab, pengabdian dan pengorbanan.
2.
Mengetahui
macam dari tanggung jawab.
3.
Mengetahui
hubungan dan contoh dari hubungan antara manusia dan tanggung jawab.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) adalah
keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut
kamus besar bahasa indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab,
menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak
disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai wujudan kesadaran akan
kewajibannya. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bertanggung jawab.Disebut
demikian karena manusia selain merupakan makhluk individual dan makhluk sosial,
juga merupakan makhluk ‘I’uhan. Manusia memiliki tuntutan yang besar untuk
bertanggung jawab, mengingat ia mementaskan sejumlah peranan dalam konteks sosial,
individual ataupun teologis.
Dalam konteks sosial manusia merupakan makhluk sosial.Ia tidak
dapat hidup sendirian dengan perangkat nilai-nilai sclera sendiri. Nilai-nilai
yang diperankan seseorang dalam jaminan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga
tidak mengganggu konsensus nilai yang telah disetujui bersama. Masalah tanggung
jawab dalam konteks individual berkaitan dengan konteks teologis. Manusia
sebagai makhluk individual artinya manusia harus bertanggung jawab terhadap
dirinya (seimbangnya jasmani dan rohani) dan harus bertanggung jawab terhadap
Tuhannya (sebagai penciptanya). Tanggung jawab manusia terhadap dirinya akan
lebih kuat intensitasnya apabila ia mentiliki kesadaran yang mendalam. Tanggung
jawab manusia terhadap dirinya juga muncul sebagai akibat keyakinannya terhadap
suatu nilai.
Demikian pula tanggung jawab manusia terhadap Tuhannya, manusia
sadar akan keyakinan dan ajaran-Nya. Oleh karena itu manusia harus menjalankan
perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya agar manusia dijauhkan dari perbuatan
keji dan munkar.
Tanggung jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah
keberanian.Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung
resiko atas segala yang menjadi tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya
dan jujur terhadap orang lain, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung
jawab, orang yang bersangkutan akan berusaha melalui seluruh potensi dirinya.
Selain itu orang yang bertanggung jawab adalah orang yang mau berkorban demi
kepentingan orang lain.
Tanggung jawab juga berkaitan dengan kewajiban. Kewajiban adalah
sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang. Kewajiban merupakan bandingan
terhadap hak dan dapat juga tidak mengacu kepada hak. Maka tanggung jawab dalam
hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya.
Orang yang bertanggung jawab dapat memperoleh kebahagiaan, karena orang tersebut dapat menunaikan
kewajibannya. Kebahagiaan tersebut dapat dirasakan oleh dirinya atau orang
lain. Sebaliknya, jika orang yang tidak bertanggung jawab akan menghadapi
kesulitan karena ia tidak mengikuti aturan, norma, atau nilai-nilai yang
berlaku. Problema utama yang dirasakan pada zaman sekarang sehubungan dengan
masalah tanggung jawab adalah berkaratnya atau rusaknya perasaan moral dan rasa
hormat diri terhadap pertanggungjawaban.
Orang yang bertanggung jawab itu akan mencoba untuk berbuat adil.
Tetapi adakalanya orang yang bertanggung jawab tidak dianggap adil karena
runtuhnya nilai-nilai yang dipegangnya dan runtuhnya keimanan terhadap Tuhan.
Orang yang demikian tentu akan mempertanggung jawabkan segala sesuatunya kepada
Tuhan. Karena hanya Tuhan lah yang bisa memberikan hukuman atau cobaan kepada
manusia agar manusia mau mempertanggungjawabkan atas segala perbuatannya.
B.
Pengertian
Pengabdian dan Pengorbanan
1.
Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat
ataupun tenaga sebaga perwujudan, kesetiaan antara lain kepada raja, cinta,
kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan dan semua dilakukan dengan ikhlas. Timbulnya
pengabdian itu pada hakikatnya tanggung jawab. ada rasa
a.
Macam-macam
pengabdian :
Ø Pengabdian kepada keluarga
Pada hakikatnya manusia hidup berkeluarga. Hidup berkeluarga ini
didasarkan cinta dan kasih sayang. Kasih sayang ini mengandung pengertian
pengabdian dan pengorbanan. Tidak ada kasih sayang tanpa pengabdian. Bila ada
kasih sayang tidak disertai pengabdian. Berarti kasih sayang itu palsu atau
semu. Pengabdian kepada keluarga ini dapat berupa pengabdian kepada istri dan
anak-anak, istri kepada suami dan anak-anaknya, anak-anak kepada orang tuanya.
Ø Pengabdian kepada masyarakat
Manusia adalah anggota masyarakat, manusia tidak dapat hidup tanpa
orang lain, karena tiap-tiap orang lain saling membutuhkan. Bila seseorang yang
hidup di masyarakat tidak mau memesyarakatkan diri dan selalu mengasingkan
diri, maka apabila mempunyai kesulitan yang luar biasa, ia akan ditertawakan
oleh masyarakat, cepat atau lambat ia akan menyadari dan menyerah kepada
masyarakat lingkungannya.
Oleh karena itu, demi masyarakat, anggota mayarakat harus mau
mengabdikan diri kepada masyarakat. Ia harus mempunyai rasa tanggung jawab
kepada masyarakat. Karena nama baik tempat ia tinggal, membawa nama baiknya
pula. Bila remaja masyarakat kampungnya terkenal dengan “remaja berandal” suka
berkelahi, mengganggu orang, atau merampas hak orang lain, maka bagaimanapun
juga ia akan merasa malu.
Ø Pengabdian kepada Negara
Manusia
pada hakikatnya adalah bagian dari suatu bangsa atau warga negara suatu negara.
Karena itu seseorang wajib mencintai bangsa dan negaranya. Mencintai ini
biasanya diwujudkan dalam bentuk pengabdian. Tidak ada arti cinta tanpa
pengabdian.
Ø Pengabdian kepada Tuhan
Manusia
tidak ada sendirinya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan
Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri
sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kapada
Tuhan Yanag Maha Esa. Selain itu juga manusia harus menjalankan segala
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
2.
Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti
persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian.
Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur
keikhlasan yang tidak mengandung pamrih.
Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa
pamrih dapat dirasakan bila kita membaca tau mendengarkan ceramah di masjid.
Dari kisah para tokoh atau nabi, manusia memperoleh tauladan yang baik,
sebagaimana mestinya wajib berkorban bagi orang yang mampu atau orang memiliki
harta yang lebih.
Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas.
Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Pengorbanan merupakan akibat
dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan,
bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa
pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan dan
dilakukan.
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan, sedangkan
pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa
pikiran, perasaan, tenaga, biaya, dan waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut
pengorbanan, akan tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
C.
Macam-macam
Tanggung Jawab
1.
Tanggung
Jawab manusia terhadap diri sendiri
Menurut sifatnya manusia adalah makhluk bermoral. Akan tetapi
manusia juga seorang pribadi, dan sebagai makhluk pribadi manusia mempunyai
pendapat sendiri, perasaan sendiri, angan-angan untuk berbuat ataupun bertindak,
sudah tentu apabila perbuatan dan tindakan tersebut dihadapan orang banyak,
bisa jadi mengundang kekeliruan dan juga kesalahan. Untuk itulah agar maanusia
itu dalam mengisi kehidupannya memperoleh makna, maka atas diri manusia perlu
diberi Tanggung Jawab.
2.
Tanggung
Jawab kepada keluarga
Masyarakat kecil ialah keluarga. Keluarga adalah suami-istri,
ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang-orang lain yang menjadi anggota
keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya.
Tanggung Jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi Tanggung Jawab juga
merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
3.
Tanggung
Jawab kepada masyarakat
Satu kenyataan pula, bahwa manusia adalah makhluk sosial. Manusia
merupakan anggota masyarakat. Karena itu, dalam berpikir, bertingkah laku,
berbicara, dan sebagainya manusia terikat oleh masyarakat. Wajarlah apabila
segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada
masyarakat.
4.
Tanggung
Jawab kepada Bangsa/Negara
Satu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individual adalah
warga nagara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku
manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara.
Manusia tidak dapat berbuat semau sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah,
maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.
5.
Tanggung
Jawab kepada Tuhan
Manusia ada tidak dengan sendirimya, tetapi merupakan makhluk
ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia dapat mengembangkan diri sendiri
dengan sarana-sarana pada dirinya yaitu pikiran, perasaan, seluruh anggota
tubuhnya, dan alam sekitarnya.
Dalam kehidupan sehari-hari manusia bersembahyang sesuai dengan
perintah Tuhan. Apabila tidak bersembahyang, maka manusia itu harus
mempertanggung jawabkan kelalaiannya itu diakhirat kelak.
Manusia hidup dalam perjuangan, begitu firman Tuhan. Tetapi bila
manusia tidak bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya, maka segala akibatnya
harus dipikul sendiri, penderitaan akibat kelalaian adalah tanggung jawabnya.
Meskipun manusia menutupi perbuatannya yang salah dengan segala jalan sesuai
dengan kondisi dan kemampuannya, misalnya dengan hartanya, kekuasaannya, atau
kekuatannya (ancaman), namun manusia tak dapat lepas dari tanggung jawabnya
kepada Tuhan.
D.
Hubungan
Manusia dan Tanggung Jawab
Manusia di dalam hidupnya disamping sebagai makhluk Tuhan, makhluk
individu, juga merupakan makhluk sosial. Di mana dalam kehidupannya di bebani
tanggung jawab, mempunyai hak dan kewajiiban, dituntut pengabdian dan
pengorbanan.
Selain itu, tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam
diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tetapi dapat juga tergeser oleh faktor
eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila
kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri
manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari
kehidupan sekitar yang menuntut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang
menyebabkan frekuensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
E.
Contoh
Hubungan Manusia dan Tanggung Jawab
1.
Tanggung
Jawab Murid/ Mahasiswa
Murid dan
mahasiswa memiliki tanggung jawab kebanyak orang dalam sekaligus yang pertama,
mereka memiliki tanggung jawab kepada guru atau dosennya untuk mengerjakan
tugas-tugas yang telah di berikan kepada mereka. Kedua, mereka memiliki
tanggung jawab kepada sekolah, lembaga atau universitas yang mendaftarkan
mereka sebagai salah satu orang yang berhak belajar disana untuk menjaga nama
baik dan memberikan prestasi serta menganggak nama baiknya untuk lebih dikenal
lebih baik lagi. Ketiga, mereka bertanggung jawab kepada orang tua, wali atau
orang-orang yang telah memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengejar
cita-cita mereka dengan memberikan dukungan secara moril maupun materil. Keempat,
mereka bertanggung jawab kepada Negara untuk menjaga nama baik serta
mengharumkan nama baik Negara dengan cara mengukir prestasi sebagai anak
bangsa.
2.
Tanggung
Jawab Anak
Seorang anak
jelas memiliki tanggung jawab, dan yang sudah pasti tanggung jawabnya kepada
orang tua untuk membahagiakan dan tidak menyakiti hati kedua orangtuanya. Banyak
hal yang dapat kita lakukan untuk memenuhi tanggung jawab kepada orang tua,
contohnya dengan membantu dirumah untuk melakukan pekerjaan rumah, dengan
membuatkan minum atau menyiapkan makanan saat ayah pulang kerumah, dengan
berprestasi dan membanggakan orang tu di sekolah, dengan tidak pernah
membentaknya,bahkan mungkin dengan hal kecil yang tidak disadari dengan memberikan senyuman saat
bersama dengan orang tua, apalagi jika kita sudah sukses dan bisa menunjang kehidupan
dan membahagiakan orang tua dengan menaikkannya haji.
3.
Tanggung
Jawab Kepada Tuhan
Seorang manusia jelas memiliki
tanggung jawab kepada Tuhannya dengan melaksanakan seluruh kewajibannya dan
menjauhi seluruh larangannya. Dengan melaksanakan tanggung jawab yang lain pun manusia
sudah termasuk melaksanakan kewajibannya kepada Tuhannya, khususnya tanggung
jawab kepada orang tua karena Ridho dari Allah terletak pada Ridho orang tua.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pada dasarnya Tanggung Jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah
suatu keberanian. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani
menanggung resiko atas segala hal yang telah dilakukan atau diperbuat menjadi
tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain,
adil, bijaksana, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang
yang bersangkutan akan selalu berusaha memenuhi kewajibannya melalui seluruh
potensi dirinya. Orang yang bertanggung jawab adalah orang mau berkorban untuk
kepentingan orang lain ataupun orang banyak.
Orang yang bertanggung jawab dapat memperoleh kebahagiaan, sebab ia
dapat menunaikan kewajibannya dengan baik. Kebahagiaan tersebut dapat dirasakan
oleh dirinya sendiri ataupun oleh orang lain/banyak. Sebaliknya orang yang
tidak bertanggung jawab akan menghadapai kesulitan, sebab ia tidak melaksanakan
kewajibannya dengan baik dan tentunya tidak mengikuti aturan, norma serta
nilai-nilai yang berlaku. Selain itu wujud dari tanggung jawab juga berupa
pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah suatu perbuatan
yang baik untuk kepentingan manusia itu sendiri
B.
Saran
Manusia selalu memiliki tanggung jawab, dari tanggung jawab kecil
yang bisa di selesaikan dalam waktu yang singkat dan hanya sekali di lakukan
sampai tanggung jawab besar yang sulit dilakukan hingga memakan waktu yang
cukup lama.
Jadilan manusia yang bertanggung jawab bagaimanapun keadaannya
karena manusia yang bertanggung jawab akan merasakan kebahagiaan yang tidak
dimiliki oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, akan lebih dihargaioleh
orang lain sehingga akan mendapatkan kepercayaan dari orang-orang sekitar. Berusahalah
selalu untuk menjadi orang yang lebih baik dalam bertanggung jawab.
Daftar Pustaka
http://radiatorover.blogspot.co.id/2015/05/manusia-dan-tanggung-jawab.html
https://yogiearieffadillah.wordpress.com/2013/06/04/makalah-manusia-dan-tanggung-jawab/
http://dirgacerita.blogspot.co.id/2016/05/hubungan-manusia-dengan-tanggung-jawab.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar